Qivalis Kantongi Izin Operasi Stablecoin Euro dari Bank Sentral Belanda

Perusahaan jasa keuangan Qivalis resmi mengantongi lisensi Electronic Money Institution dari bank sentral Belanda, De Nederlandsche Bank (DNB).
Izin ini menjadi pijakan strategis bagi perusahaan yang berbasis di Amsterdam tersebut untuk meluncurkan stablecoin berbasis euro dalam beberapa bulan ke depan. Langkah ini dilakukan di tengah ketatnya persaingan pasar aset kripto global yang saat ini masih didominasi oleh instrumen berbasis dolar Amerika Serikat.
Status Electronic Money Institution menempatkan Qivalis di bawah pengawasan langsung otoritas keuangan Belanda. Dengan lisensi ini, mereka kini memenuhi syarat untuk menerbitkan token uang elektronik yang dipatok pada nilai euro.
Keberhasilan memperoleh izin ini juga menjadi lompatan krusial bagi Qivalis dalam mematuhi regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) yang berlaku di Uni Eropa. MiCA adalah kerangka hukum komprehensif dari Uni Eropa yang mengatur penerbitan aset kripto serta perlindungan bagi para investor di kawasan tersebut.
Saat ini, pasar stablecoin dunia mencapai angka USD 303 miliar atau sekitar Rp4.757 triliun. Data dari DefiLlama menunjukkan bahwa Tether USDt masih memegang dominasi mutlak dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 183 miliar atau sekitar Rp2.872 triliun, yang mencakup lebih dari 60 persen total pangsa pasar.
CEO Qivalis, Jan-Oliver Sell, menyatakan bahwa Eropa seharusnya memiliki aset penyelesaian berbasis rantai blok atau on-chain yang diterbitkan di bawah hukum Eropa. Aset tersebut harus tunduk pada standar regulasi yang ketat agar mampu bersaing dengan dominasi dolar di pasar global.
Perusahaan kini bersiap untuk menerbitkan white paper sebagai syarat teknis final sebelum produk stablecoin mereka meluncur ke publik. Langkah ini akan dilakukan segera setelah seluruh persyaratan tambahan dalam regulasi MiCA terpenuhi sepenuhnya.
Dukungan terhadap operasional Qivalis sendiri tergolong masif. Hingga bulan Mei lalu, mereka telah menjalin kemitraan dengan 37 institusi perbankan yang tersebar di 15 negara berbeda.
Ekspansi jaringan perbankan ini memperkuat posisi likuiditas perusahaan dalam mendukung penerbitan token digital mereka di masa depan. Pengembangan ekosistem stablecoin euro dinilai menjadi katalis bagi adopsi teknologi finansial yang lebih luas di kawasan Eropa.
Kehadiran Qivalis diharapkan mampu menciptakan alternatif bagi pelaku pasar yang ingin menghindari volatilitas mata uang dolar. Mereka menargetkan stabilitas nilai tukar melalui kepatuhan regulasi yang lebih transparan bagi para pengguna di benua biru.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











