Rahasia Pelita Air Menjaga Ketepatan Waktu Penerbangan Lewat Sistem Digital OnTimeX

Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, mengungkapkan strategi perusahaan dalam meminimalisasi keterlambatan penerbangan yang kerap menjadi keluhan utama pengguna jasa transportasi udara.
Keterlambatan jadwal bukan sekadar masalah waktu bagi penumpang, melainkan juga berpotensi menyebabkan kerugian pada agenda perjalanan lanjutan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pelita Air mengimplementasikan sistem digital bernama OnTimeX yang berfungsi sebagai pusat integrasi data operasional.
Sistem ini dirancang untuk memantau berbagai aspek penerbangan secara real time agar proses keberangkatan tetap presisi dan efisien. Faik menuturkan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan mendesak akan alur kerja yang lebih terorganisasi.
"OnTimeX kami kembangkan dari kebutuhan untuk menghadirkan proses operasional penerbangan yang lebih terintegrasi, efisien, dan presisi," ujar Faik pada Jumat (4/9/26).
Digitalisasi ini memungkinkan tim operasional memusatkan seluruh informasi penerbangan dalam satu platform, sehingga pengambilan keputusan saat terjadi gangguan di lapangan dapat dilakukan jauh lebih cepat.
Teknologi tersebut membantu tim di lapangan mengelola data agar tetap akurat dalam mengantisipasi kondisi yang berpotensi menghambat jadwal. Akurasi data yang baik diyakini dapat menekan risiko penumpukan delay secara signifikan.
Keberhasilan maskapai dalam mempertahankan tingkat ketepatan waktu tersebut bahkan memperoleh apresiasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam ajang Rapat Koordinasi Inspektur Penerbangan Bidang Angkutan Udara 2026.
Kendati demikian, Faik menegaskan bahwa teknologi bukanlah faktor tunggal penentu keberhasilan operasional sebuah maskapai penerbangan.
Menurutnya, kedisiplinan dan koordinasi yang solid antara seluruh elemen operasional di lapangan tetap memegang peranan krusial bagi keberlangsungan jadwal penerbangan.
"Konsistensi dalam menjaga ketepatan waktu membutuhkan kolaborasi seluruh elemen operasional, didukung proses kerja yang disiplin dan pemanfaatan teknologi yang tepat," kata Faik menjelaskan filosofi kerja timnya.
Integrasi antara kecanggihan sistem digital dan integritas sumber daya manusia menjadi modal utama perusahaan dalam memberikan pelayanan yang lebih andal.
Efisiensi yang terbangun melalui pola kerja ini diharapkan mampu menjaga loyalitas penumpang terhadap layanan maskapai di tengah kompetisi industri penerbangan yang semakin ketat.
Ke depan, sistem serupa terus dikembangkan agar mampu merespons tantangan teknis yang lebih kompleks di berbagai rute penerbangan nasional.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












