RUU No Betting on Your Own Race: Cegah Politisi AS Bertaruh di Pemilu Sendiri

Sebuah langkah baru muncul di Kongres Amerika Serikat untuk menghentikan praktik kontroversial yang melibatkan kandidat politik dan pasar prediksi.
Perwakilan dari North Carolina, Don Davis, mengajukan rancangan undang-undang bertajuk No Betting on Your Own Race Act. Aturan ini melarang kandidat federal, tim sukses, serta anggota keluarga inti mereka melakukan transaksi kontrak finansial yang berkaitan langsung dengan pemilihan umum tempat mereka berkontestasi.
Rancangan aturan ini muncul menyusul kekhawatiran terkait potensi manipulasi pasar dan penyalahgunaan informasi orang dalam oleh pembuat kebijakan. Davis menekankan bahwa politisi seharusnya tidak mendapatkan keuntungan finansial dari hasil pemilihan umum yang mereka ikuti sendiri.
Sanksi yang diusulkan tidak main-main bagi pelanggar aturan ini. Setiap pelanggaran dapat dikenai denda sipil sebesar USD 10.000 atau sekitar Rp157 juta, atau tiga kali lipat dari potensi keuntungan finansial yang diperoleh dari taruhan tersebut.
Istilah pasar prediksi merujuk pada platform daring di mana pengguna dapat menaruh uang pada hasil peristiwa masa depan, termasuk hasil pemilihan umum. Platform seperti Kalshi dan Polymarket saat ini populer digunakan karena menawarkan mekanisme spekulasi yang mirip dengan bursa efek namun berbasis hasil politik.
Meski naskah undang-undang tersebut tidak menyebut nama platform secara eksplisit, istilah kontrak peristiwa politik yang tertulis di dalamnya menyasar langsung aktivitas di perusahaan-perusahaan tersebut. Penggunaan instrumen ini memicu perdebatan mengenai batasan antara kebebasan finansial dan integritas sistem demokrasi.
Kasus nyata sudah terjadi saat kandidat Republik, Laurie Buckhout, menerima skorsing tiga tahun dan denda sebesar USD 2.590 atau sekitar Rp40,7 juta dari platform Kalshi pada Agustus lalu. Ia kedapatan melakukan transaksi pada kontrak pemilihan umum yang melibatkan perlombaan politiknya sendiri.
Sayangnya, rancangan undang-undang ini tidak akan dibahas di Kongres sebelum pemilihan paruh waktu tahun 2026. Saat ini, DPR dan Senat Amerika Serikat sedang dalam masa reses hingga pemilihan selesai, sehingga pembahasan substantif harus tertunda cukup lama.
Walaupun aturan tersebut sedang digodok, pasar prediksi di Amerika Serikat tetap beroperasi seperti biasa. Hingga hari ini, publik masih bisa bertaruh pada berbagai kontrak hasil pemilihan di platform Polymarket maupun Kalshi dengan peluang yang terus berubah.
Dinamika ini mencerminkan tantangan besar bagi regulator untuk mengimbangi inovasi teknologi keuangan yang merambah ke dunia politik. Pengaturan lebih lanjut akan menentukan bagaimana integritas pemilu dapat terjaga di tengah era taruhan digital yang masif.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












