Saat Mereka Tak Melihatmu, Itu Bukan Tanda Kamu Tidak Punya Harga

Pernah nggak sih, kamu merasa udah kasih semua yang kamu punya, hati, waktu, bahkan mengesampingkan diri sendiri, tapi hasilnya cuma hampa?
Rasanya kayak ada yang dicabut paksa dari diri kamu, ya? Kayak usaha kerasmu nggak diakui, atau bahkan dianggap angin lalu. Wajar kalau kamu bingung, kecewa, sampai marah. Kamu nggak sendirian kok, banyak banget yang pernah melewati fase itu.
Rasanya Kayak Sia-sia?
Kamu udah berusaha jadi yang terbaik, selalu ada di saat dia butuh, mendengarkan keluh kesahnya tanpa menghakimi, menemaninya dari nol sampai dia jadi "sesuatu". Kamu pikir, 'pasti dia sadar betapa berharganya semua pengorbanan ini.'
Kamu berharap, seenggaknya ada sedikit pengakuan, atau gestur kecil yang nunjukkin kalau dia menghargai kehadiranmu. Tapi yang kamu dapat, seringnya cuma sunyi. Atau yang lebih parah, dia memilih untuk pergi, membawa serta semua janji dan harapan yang pernah kamu bangun.
Bukan karena kamu kurang, bukan karena kamu nggak cukup baik, atau kamu kurang menarik. Sama sekali bukan. Itu lebih tentang ketidakmampuan dia untuk melihat, menghargai, atau bahkan mempertahankan sesuatu yang baik di hadapannya.
Ini Bukan Soal Dia
Lucunya, kita sering banget jatuh ke lubang ekspektasi itu. Berharap orang lain 'membalas' kebaikan kita dengan penghargaan yang setimpal. Kita jadi menggantungkan kebahagiaan dan harga diri pada bagaimana orang lain memperlakukan kita.
Padahal, penghargaan dari orang lain itu bukan barang yang bisa ditukar dengan nilai diri kita. Nilai itu sudah ada di dalam kamu, utuh dan nggak bisa dikurangin.
Saat dia nggak menghargai, itu bukan indikator dirimu.
Ada yang Lebih Penting dari Pengakuan
Ini mungkin klise, tapi beneran deh: fokusnya harus balik ke kamu. Kamu nggak perlu izin dari orang lain untuk merasa berharga, untuk tahu kalau kamu itu cukup, bahkan lebih dari cukup. Kamu berharga, titik. Dari sananya sudah begitu.
Mungkin malah ini waktunya kamu melihat ke dalam.
Melihat semua kualitas diri kamu yang selama ini kamu biarkan "tergantung" pada validasi orang lain. Kamu itu baik, kamu tulus, kamu setia, kamu punya empati. Bukankah itu semua adalah kualitas yang luar biasa?
Harga dirimu nggak goyah hanya karena ada orang yang buta. Justru ini jadi pengingat untuk kamu, seberapa kuat dan teguh kamu bisa berdiri sendiri.
Kamu layak dicintai dan dihargai, tapi itu harus dimulai dari dirimu sendiri. Bukan dari berapa banyak validasi yang kamu terima dari orang lain.
Yang Hilang Bukan Kamu
Jadi, jangan biarin rasa nggak dihargai itu meracuni caramu melihat diri sendiri. Kamu hanya nggak dihargai, bukan nggak berharga. Dan itu dua hal yang jauh berbeda, kan? Simpan baik-baik harga dirimu itu, jangan sampai siapa pun bisa ngurangin nilainya. Yang pantas bersedih itu mereka yang kehilangan kesempatan untuk melihat dan punya kamu. Karena kamu, dengan segala kebaikanmu, itu langka dan istimewa.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













