Serangan Drone Rusia ke Pusat Perbelanjaan Ukraina Tewaskan 16 Orang

Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia setelah serangan drone ganda Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kryvyi Rih, Ukraina. Insiden tragis tersebut juga mengakibatkan sekitar 130 orang mengalami luka-luka, termasuk di antaranya 23 anak-anak yang berada di lokasi kejadian.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras tindakan tersebut dengan menyebutnya sebagai serangan siang hari yang sangat sinis dan tercela. Ia menyoroti taktik militer yang digunakan Rusia, yakni menggunakan dua gelombang serangan, di mana hantaman kedua sengaja diarahkan kepada tim penyelamat yang sedang mengevakuasi korban.
Kryvyi Rih merupakan kota kelahiran Zelensky yang kini menjadi salah satu target utama dalam eskalasi konflik di Ukraina. Otoritas setempat menyatakan bahwa drone Rusia terbang pada ketinggian yang sangat rendah untuk menghindari deteksi radar sebelum mencapai pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut.
Hingga saat ini, proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa jumlah korban jiwa akan terus bertambah. Pejabat regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Hanzha, mengonfirmasi bahwa masih ada sembilan orang yang dilaporkan hilang di bawah reruntuhan bangunan, termasuk dua anak-anak.
Tim penyelamat dari empat wilayah berbeda di Ukraina telah dikerahkan secara darurat untuk mempercepat proses evakuasi. Selain itu, psikolog khusus juga disiagakan untuk mendampingi para penyintas yang mengalami trauma mendalam akibat serangan mendadak tersebut.
Kondisi ini menambah daftar panjang korban akibat rangkaian serangan Rusia di berbagai wilayah Ukraina belakangan ini. Sebelumnya, tercatat pula empat korban jiwa di wilayah Mykolaiv dan dua orang meninggal di Kharkiv, yang terjadi hampir bersamaan dengan serangan di Kryvyi Rih.
Serangan intensif ini terjadi hanya berselang satu hari setelah gempuran rudal dan drone besar-besaran menghantam ibu kota Kyiv. Dalam peristiwa tersebut, 17 orang kehilangan nyawa dan lebih dari 40 orang mengalami cedera, merusak berbagai fasilitas umum termasuk rumah sakit anak dan sekolah.
Menanggapi serangan tersebut, militer Ukraina mengklaim telah membalas dengan melakukan operasi ke fasilitas strategis di dalam wilayah Rusia. Serangan balasan ini menyasar kilang minyak dan pangkalan udara sebagai respons atas kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan oleh pasukan Moskow.
Ketegangan antara kedua negara terus memuncak sejak invasi skala penuh yang dimulai oleh Presiden Vladimir Putin pada Februari 2022. Saat ini, Rusia dilaporkan masih menguasai sekitar seperlima dari total wilayah Ukraina, terutama di bagian tenggara yang menjadi zona pertempuran paling aktif.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









