Langsung ke konten
beritana
Breaking

Serangan Siber Ransomware Ganggu Operasional Produksi Susu Fairlife, Anak Perusahaan Coca-Cola di AS

Foto Beritana UpdateBeritana Update1 menit bacaNews
Coca-Cola suspended production at its Fairlife dairy after a ransomware attack
Image Credits:Gabby Jones / Bloomberg / Getty Images

Operasional produksi Fairlife, salah satu anak perusahaan susu milik Coca-Cola, di Amerika Serikat terpaksa dihentikan sementara.

Langkah ini diambil menyusul serangan siber ransomware yang mengganggu sistem produksi utama perusahaan.

Coca-Cola mengonfirmasi insiden ini dalam pengajuan resminya kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), menyatakan bahwa Fairlife terkena serangan ransomware dan sistem produksinya terdampak.

Akibatnya, seluruh operasional produksi Fairlife di Amerika Serikat kini "ditangguhkan sementara". Namun, unit bisnis Fairlife yang beroperasi di Kanada dilaporkan tidak terpengaruh oleh serangan tersebut dan tetap beroperasi seperti biasa.

Coca-Cola dikenal sebagai salah satu perusahaan minuman terbesar di dunia, dengan jangkauan produk mulai dari minuman berkarbonasi, air mineral, hingga produk susu. Merek Fairlife sendiri merupakan salah satu aset penting bagi perusahaan, dengan proyeksi penjualan mencapai USD 4 miliar (sekitar Rp64,8 triliun) pada tahun 2024. Angka tersebut menggarisbawahi posisi strategis Fairlife dalam portofolio bisnis global Coca-Cola.

Serangan ransomware terhadap sektor makanan dan minuman telah terbukti dapat menimbulkan dampak jangka panjang. Insiden serupa pernah dialami oleh Arizona Beverages pada 2019 dan distributor makanan raksasa UNFI tahun lalu. Keduanya menyebabkan gangguan produksi selama berminggu-minggu, yang berujung pada kekosongan produk di rak-rak supermarket.

Hingga kini, Coca-Cola belum memberikan detail kapan sistem Fairlife akan pulih sepenuhnya atau kapan produksi dapat dilanjutkan.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update