Tips Memenuhi Gizi Keluarga dengan Anggaran Terbatas di Tengah Ekonomi Sulit

Memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan anggaran terbatas sering kali dianggap sebagai sebuah tantangan sulit oleh banyak orang. Padahal, nutrisi optimal bisa dicapai melalui pemilihan bahan pangan sederhana yang mudah ditemukan di pasar lokal setiap hari.
Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani menekankan bahwa makanan sehat tidak harus selalu identik dengan bahan-bahan premium yang harganya tinggi. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam acara media talk Forum Ngobras dan Frisian Flag Indonesia yang berlangsung di Jakarta, Rabu (26/8).
Menurut Tara, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah berhasil memenuhi standar kalori harian yang dibutuhkan tubuh. Namun, pola konsumsi masyarakat masih didominasi oleh karbohidrat dengan porsi yang cenderung berlebihan. Keberagaman jenis karbohidrat justru jarang diperhatikan dalam penyusunan menu rumah tangga sehari-hari.
Masyarakat tidak perlu terpaku hanya pada nasi putih sebagai sumber energi utama mereka. Pilihan alternatif seperti berbagai jenis umbi-umbian maupun beras warna-warni bisa menjadi substitusi yang kaya akan manfaat. Penganekaragaman sumber energi ini adalah langkah awal yang paling mudah untuk memperbaiki kualitas asupan harian.
Kebutuhan protein juga memiliki peran krusial dalam menunjang kesehatan anggota keluarga. Tahu dan tempe merupakan contoh sumber protein nabati yang sangat ekonomis bagi setiap rumah tangga di tanah air.
Meskipun bahan nabati terjangkau, Tara tetap menyarankan agar protein hewani tidak diabaikan dalam menu harian karena kemudahannya untuk diserap tubuh. Pilihan seperti ikan dan telur bisa menjadi alternatif murah yang memiliki kandungan asam amino esensial tinggi. Khusus untuk anak-anak, nutrisi hewani dibutuhkan guna memastikan proses tumbuh kembang berjalan dengan baik.
Tantangan pemenuhan gizi anak di Indonesia masih cukup besar mengingat data menunjukkan hanya 43 persen balita yang mendapatkan pola makan minimum sesuai standar. Orang tua disarankan untuk lebih kreatif dalam meracik bahan yang ramah di kantong tanpa mengorbankan kualitas nutrisi. Penggunaan telur atau ikan lokal dapat membantu menekan biaya belanja bulanan secara signifikan.
Susu juga dapat menjadi pelengkap gizi yang berkualitas tinggi berdasarkan penilaian metode Digestible Indispensable Amino Acid Score (DIAAS). Protein susu sapi memiliki nilai di atas 100 persen, sehingga sangat efektif untuk menunjang kebutuhan asam amino tubuh.
Meski demikian, susu bukan merupakan pengganti makanan utama bagi anggota keluarga. Kedudukannya harus tetap diposisikan sebagai tambahan untuk melengkapi pola makan yang sudah seimbang dengan sayur dan buah. Pedoman Tumpeng Gizi dan konsep Isi Piringku bisa dijadikan acuan praktis dalam menyusun menu harian yang sehat.
Dalam kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, perencanaan menu menjadi kunci keberhasilan pengaturan keuangan rumah tangga. Masyarakat diharapkan lebih selektif saat berbelanja lauk dengan mempertimbangkan kandungan nutrisi di dalamnya.
Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendampingi keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi melalui edukasi berkelanjutan. Perusahaan berupaya meningkatkan literasi masyarakat agar keputusan dalam membeli kebutuhan pokok bisa dilakukan dengan lebih bijak. Pengetahuan mengenai nutrisi adalah modal utama bagi keluarga untuk beradaptasi dengan situasi ekonomi saat ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor











