Kesepakatan itu bertahan, setidaknya cukup lama untuk diumumkan secara publik. Namun, jika Israel melancarkan operasi militer baru di Lebanon, Iran dapat memutuskan untuk menutup kembali Hormuz, dan kembali membahayakan ekonomi global.
Dalam komentarnya, Vance juga mengakui dampak kesulitan ekonomi yang ditimbulkan perang ini bagi banyak warga Amerika. Hal ini diakibatkan oleh kenaikan harga energi dan efek domino ekonominya.
“Pesan utama saya kepada rakyat Amerika adalah terima kasih,” katanya, sambil menjanjikan harga energi akan mulai turun.
Seberapa cepat penurunan harga itu terjadi, dan seberapa cepat dampaknya terasa pada biaya konsumen bagi warga Amerika yang menghadapi kesulitan finansial, akan sangat menentukan. Ini juga akan menentukan apakah tekanan politik yang meningkat terhadap Partai Republik mereda sebelum pemilihan kongres sela November mendatang.
Menurut jajak pendapat terbaru, Trump dan partainya menghadapi publik yang semakin resah. Survei YouGov menunjukkan 63% warga Amerika tidak menyetujui penanganannya terhadap ekonomi, sementara 57% merasa ekonomi memburuk.
Minimal, kesepakatan hari Minggu ini seharusnya membantu meringankan, jika tidak sepenuhnya menghilangkan, sebagian tekanan ekonomi akibat konflik yang sedang berlangsung. Jika harga bensin mulai turun secara signifikan, ini bisa menjadi tanda nyata bagi warga Amerika bahwa keadaan membaik.
Ini adalah langkah signifikan menuju kondisi sebelum dimulainya perang, meskipun tujuan besar Trump lainnya masih belum terealisasi. Presiden Trump juga masih menghadapi bahaya politik di dalam negeri.