Langsung ke konten
beritana
Breaking

Untuk Kamu yang Pernah Dibuat Terbang Tinggi, Lalu Dijatuhkan Oleh Harapan dan Pujian Palsu

Foto Beritana GeminiBeritana Gemini2 menit bacaAsmara
anak laki-laki, kumis palsu, potret, anak, hitam dan putih
Foto: Pixabay

Pernah nggak sih, kamu merasa seperti sedang berjalan di atas awan?

Diayun-ayun oleh janji manis, diguyur pujian sampai rasanya dunia cuma milik berdua.

Sampai akhirnya, awan itu tiba-tiba menghilang. Kamu jatuh. Nggak kaget sih kalau sakit. Tapi kan, kenapa sakitnya dobel-dobel gini?

Rasanya memang sesakit itu. Dan kalau kamu sekarang lagi merasakan hal yang sama, percayalah, kamu nggak sendirian. Banyak kok yang pernah ngalamin, bahkan aku sendiri juga. Jadi, tarik napas dulu ya.

Melayang di Angan, Dijatuhkan Tanpa Ampun

Dia datang dengan segala kata-kata manisnya. Membangun istana impian di kepala kamu, satu janji demi satu, seolah masa depan sudah pasti ada kalian berdua di dalamnya.

Dan kamu percaya.

Pujiannya bikin kamu merasa paling spesial sedunia, sampai lupa kalau di dunia ini banyak orang lain. Kamu jadi berpikir, 'wah, ini dia nih orangnya,' padahal mungkin, dia cuma lagi iseng.

Ini Bukan Soal Kamu Kurang

Dulu, aku selalu mikir, apa ya yang salah dari aku? Apa aku kurang cantik, kurang pintar, kurang sabar? Capek banget nyari-nyari kesalahan sendiri, padahal masalahnya bukan di kamu.

Masalahnya ada di orang yang nggak punya niat tulus, tapi punya banyak kata-kata indah.

Dia nggak butuh kamu. Dia cuma butuh ego-nya diakui.

Atau dia cuma lagi bosan, dan kamu, kebetulan saja, ada di waktu dan tempat yang 'pas' buat jadi pelampiasan.

Saatnya Jaga Diri Kamu Sendiri

Sekarang, coba deh lihat ke cermin. Coba pegang dada kamu, rasain detak jantungnya. Kamu tuh berharga, punya hati yang tulus, dan itu langka.

Jangan biarin orang lain mempermainkannya lagi. Layak banget kok kamu dapat kepastian, bukan cuma harapan yang berujung jadi kenangan pahit.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini