Evernorth Melantai di Nasdaq, Kantongi 473 Juta XRP di Kas

Perusahaan teknologi Evernorth selangkah lebih dekat untuk melantai di bursa saham Nasdaq setelah para pemegang saham perusahaan cek kosong (SPAC) Armada Acquisition Corp. II memberikan persetujuan untuk merger bisnis mereka. Langkah ini krusial bagi Evernorth yang berencana menjadi perusahaan publik dengan simpanan aset kripto XRP.
Kesepakatan ini diperkirakan akan rampung pada 7 Oktober mendatang. Sehari setelahnya, saham perusahaan gabungan diharapkan mulai diperdagangkan di Nasdaq dengan kode emiten XRPN, tentu saja dengan catatan seluruh persyaratan penutupan transaksi telah terpenuhi. Keputusan pemegang saham ini menjadi kunci setelah Evernorth mengajukan pernyataan pendaftaran Form S-4 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Maret lalu.
Pernyataan tersebut telah dinyatakan efektif oleh regulator pada Agustus, menyisakan persetujuan pemegang saham sebagai salah satu langkah akhir sebelum pencatatan saham di Nasdaq. Evernorth memproyeksikan akan memegang sekitar 473 juta unit XRP pada saat transaksi ditutup. Jika terealisasi, posisi ini akan menjadikan Evernorth sebagai perusahaan publik terbesar yang memiliki cadangan XRP murni.
Transaksi ini sendiri diprediksi akan menghasilkan dana tunai kotor senilai 300 juta dolar AS (sekitar Rp4,6 triliun). Perinciannya meliputi 225 juta dolar AS dari penempatan pribadi terkait, 30 juta dolar AS dari pembiayaan surat utang konversi, dan sekitar 48 juta dolar AS dari dana perwalian Armada II. Menariknya, investor juga turut berkontribusi langsung dalam bentuk XRP untuk transaksi ini.
Pada saat berita ini ditulis, harga XRP tercatat sekitar 1,50 dolar AS per unit, menurut data CoinGecko. Dengan nilai tersebut, cadangan 473 juta XRP yang dimiliki Evernorth diperkirakan mencapai nilai sekitar 710 juta dolar AS (sekitar Rp10,9 triliun).
Daftar investor Evernorth mencakup nama-nama besar seperti Ripple, Kraken, Pantera Capital, SBI Group, Arrington Capital, dan GSR. Perusahaan ini memiliki strategi untuk meningkatkan kepemilikan XRP per saham melalui strategi hasil (yield strategies), partisipasi aktif dalam ekosistem XRP, dan berbagai aktivitas pasar modal.
Pencatatan saham Evernorth di Nasdaq ini terjadi di tengah upaya perusahaan-perusahaan kripto lainnya yang juga menggunakan jalur merger SPAC untuk masuk ke pasar publik Amerika. Meski begitu, hasil yang dicapai cukup beragam.
Sebagai contoh, perusahaan tokenisasi Securitize berhasil mulai diperdagangkan di New York Stock Exchange pada Juli setelah menyelesaikan merger dengan Cantor Equity Partners II. Sementara itu, CoinShares melakoni debutnya di Nasdaq pada April menyusul merger senilai 1,2 miliar dolar AS dengan Vine Hill Capital Investment Corp.
Namun, tidak semua perusahaan kripto yang berupaya melalui jalur serupa meraih kesuksesan. Ether Machine terpaksa membatalkan rencana merger dengan Dynamix pada April akibat kondisi pasar yang kurang menguntungkan. Pembatalan ini mengakhiri rencana mereka untuk meluncurkan dana Ether berbunga (yield-bearing Ether fund) senilai 1,5 miliar dolar AS.
Selain itu, pada Juli, Adam Back's Bitcoin Standard Treasury Company dan Cantor Equity Partners I juga memutuskan untuk mengubah persyaratan awal merger mereka dan menunda pemungutan suara pemegang saham tanpa batas waktu. Keputusan ini diambil sambil menegosiasikan kesepakatan yang dianggap lebih mencerminkan kondisi pasar saat ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363256/original/065722700_1790847152-ronaldo_2.jpg)


