Strive Borong Bitcoin Rp4,5 Triliun, Pembelian Terbesar Sejak Januari

Perusahaan manajemen aset terkemuka, Strive, kembali menunjukkan keyakinannya terhadap aset kripto dengan melakukan pembelian Bitcoin terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Pembelian teranyar ini bernilai sekitar USD 280 juta, atau setara dengan Rp4,5 triliun (menggunakan kurs Rp16.000 per USD), menjadikan ini sebagai akuisisi tunggal terbesar sejak Januari lalu.
Langkah agresif Strive ini terungkap melalui pengajuan yang dilakukan perusahaan ke otoritas pasar modal Amerika Serikat pada Senin (kemarin). Dalam periode 5 hingga 9 Oktober, perusahaan yang terdaftar di Nasdaq dengan kode ticker ASST ini dilaporkan berhasil mengakuisisi 3.311 Bitcoin. Rata-rata harga per koin yang dibayarkan Strive, termasuk biaya transaksi, berada di kisaran USD 84.500.
Pembelian monumental ini secara signifikan menambah porsi kepemilikan Bitcoin Strive. Dengan tambahan tersebut, total aset Bitcoin yang kini dikelola Strive mencapai 32.773 BTC. Jika dikonversikan ke nilai terkini, total aset ini diperkirakan mencapai USD 2,73 miliar, melonjak dari angka 29.462 BTC yang tercatat seminggu sebelumnya.
Serangkaian pembelian ini menggarisbawahi strategi akumulasi agresif yang diterapkan Strive sepanjang tahun ini. Sebelum transaksi terbaru, Strive telah menambah porsi Bitcoin senilai USD 169 juta pada awal Oktober, yang saat itu merupakan pembelian terbesarnya dalam empat bulan terakhir. Tren ini juga diperkuat dengan pembelian senilai USD 94,5 juta pada akhir September, yang secara total mengangkat cadangan Bitcoin perusahaan melampaui 27.000 BTC.
Momentum akuisisi terbaru ini terasa lebih signifikan mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan periode pasar Bitcoin yang kurang kondusif. Perusahaan ini justru memilih untuk menambah kepemilikan ketika harga aset digital andalannya tersebut mengalami pelemahan dan bergerak di bawah puncaknya yang sempat menyentuh kisaran USD 87.000. Pembelian di harga yang relatif lebih rendah ini merupakan strategi yang umum dilakukan para investor jangka panjang untuk memaksimalkan potensi keuntungan ketika pasar kembali pulih.
Strive, di bawah kepemimpinan CEO Matthew Cole, merupakan bagian dari gelombang perusahaan publik yang mulai mengadopsi strategi pengelolaan aset dengan menempatkan Bitcoin sebagai bagian dari kas perusahaan (treasury strategy). Model ini bertujuan untuk mengamankan modal, memperbesar cadangan aset digital, sekaligus menghubungkan kinerja harga saham perusahaan dengan pergerakan nilai Bitcoin.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor
















