Binance Tutup Layanan Mining Pool November Ini, Penambang Kripto Wajib Migrasi

Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, mengumumkan rencana penghentian seluruh operasional layanan Binance Pool mulai 10 November mendatang. Keputusan strategis ini memaksa para penambang kripto untuk segera memindahkan daya komputasi mereka ke platform lain agar tidak kehilangan pendapatan harian.
Langkah penutupan ini tidak hanya berdampak pada kolam penambangan utama, tetapi juga menyasar fitur pendukung seperti Pool Savings dan Cloud Mining. Cloud Mining adalah layanan penyewaan daya komputasi bagi pengguna yang ingin menambang tanpa harus memiliki perangkat keras fisik sendiri.
Binance juga akan menonaktifkan fitur Transaction Accelerator yang selama ini membantu mempercepat konfirmasi transaksi di jaringan blockchain.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan peninjauan berkala terhadap portofolio produk mereka. Manajemen menegaskan bahwa fokus saat ini adalah menyelaraskan sumber daya dengan strategi bisnis jangka panjang perusahaan. Namun, pengumuman resmi tersebut tidak merinci alasan teknis maupun finansial di balik penghentian unit bisnis yang telah beroperasi sejak April 2020 ini.
Layanan kolam penambangan atau mining pool merupakan wadah bagi banyak penambang untuk menggabungkan kekuatan komputasi mereka guna meningkatkan peluang mendapatkan blok baru. Dengan bergabung dalam pool, penambang mendapatkan penghasilan yang lebih stabil dibandingkan menambang secara mandiri yang sangat bergantung pada faktor keberuntungan.
Mulai 10 November, Binance akan secara resmi memutus koneksi seluruh perangkat keras dari peladen atau server penambangan mereka.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor

















