Jaringan Blockchain Initia Dihentikan Usai Serangan Peretasan Rp41 Miliar

Jaringan blockchain layer-1 Initia resmi menghentikan operasional seluruh jaringannya setelah terdeteksi adanya celah keamanan fatal pada hari Jumat.
Keputusan penghentian jaringan diambil tepat pukul 15.41 UTC, sesaat setelah muncul laporan mengenai aktivitas pencetakan token ilegal. Peretas dilaporkan berhasil menguras aset kripto senilai lebih dari USD 2,6 juta atau sekitar Rp41 miliar.
Analisis awal oleh praktisi keamanan blockchain, Spreek, mengungkapkan bahwa pelaku berhasil memanipulasi sistem untuk mencetak token tanpa izin. Dana tersebut kemudian segera dialihkan melintasi rantai blok menuju jaringan Ethereum.
Platform keuangan terdesentralisasi, D2 Finance, memberikan detail lebih mendalam terkait insiden ini. Mereka menyebutkan peretas memanfaatkan kerentanan pada fungsi Move yang memungkinkan pembuatan token AUSD tanpa agunan yang memadai.
Kerentanan tersebut memicu pencetakan 2 juta token AUSD secara ilegal. Pelaku kemudian melakukan penarikan sekitar 1,4 juta AUSD, 105 Ether, serta 1,08 juta USDC ke dompet Ethereum miliknya.
Hingga saat ini, total aset yang terkumpul di dompet pelaku diperkirakan mencapai 1.135,5 Ether. Jika dikonversi ke kurs saat ini, nilai tersebut setara dengan USD 2,73 juta atau sekitar Rp43 miliar.
Sebagai informasi, Initia merupakan platform blockchain layer-1 yang berfungsi sebagai infrastruktur untuk jaringan rollups yang saling terhubung atau disebut sebagai Minitias. Teknologi rollups sendiri lazim digunakan untuk meningkatkan kecepatan transaksi dengan memproses data di luar rantai utama sebelum disetujui di jaringan induk.
Menanggapi krisis ini, pihak pengembang Initia menyatakan sedang bekerja sama dengan peneliti keamanan dan validator. Mereka berupaya mengidentifikasi cakupan dampak serta mencari penyebab teknis di balik celah tersebut.
Harga token asli jaringan, INIT, sempat mengalami volatilitas tinggi saat berita ini mencuat. Nilainya sempat anjlok ke angka USD 0,115 sebelum akhirnya kembali menguat di kisaran USD 0,149 pada waktu penulisan.
Belum ada jadwal pasti mengenai kapan jaringan akan kembali beroperasi normal. Pengguna diminta tetap waspada terhadap perkembangan pengumuman resmi melalui saluran komunikasi milik pengembang.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor












