Polymarket Perbarui Kontrak Pintar Lewat Protokol V2 Baru

Platform prediksi Polymarket resmi meluncurkan pembaruan infrastruktur kontrak pintar terbarunya yang disebut Protokol V2 secara bertahap mulai pekan ini.
Langkah ini diambil menjelang transisi penuh untuk pasar taruhan baru yang ditargetkan selesai pada awal November mendatang. Pembaruan tersebut merupakan perombakan arsitektur teknologi besar pertama sejak platform ini menggunakan kode usang dari tahun 2019.
Dalam pengumuman resminya, pihak manajemen menjelaskan bahwa uji coba Protokol V2 akan dilakukan secara terbatas hingga 30 Oktober 2024. Jika fase uji coba ini berjalan lancar, semua pasar prediksi baru akan dialihkan sepenuhnya ke sistem baru pada 2 November 2024. Kontrak pintar sendiri merupakan program komputer otomatis yang berjalan di atas jejaring blockchain untuk mengeksekusi perjanjian tanpa perantara.
Sistem baru ini menggunakan Polymarket USD (pUSD) sebagai satu-satunya token jaminan untuk bertransaksi di dalam platform.
Token pUSD ini memiliki nilai yang dipatok satu banding satu dengan koin stabil USD Coin (USDC) milik perusahaan Circle. Integrasi mata uang digital ini diharapkan dapat menyederhanakan proses perdagangan aset bagi para pengguna.
Selama ini, infrastruktur lama Polymarket memerlukan pembuatan kontrak pintar baru yang terpisah setiap kali ada jenis pasar prediksi baru yang dibuka. Masalah efisiensi tersebut kini diselesaikan lewat Protokol V2 yang mengintegrasikan berbagai jenis pasar ke dalam satu bursa terpadu. Arsitektur baru ini juga membuka peluang bagi platform untuk melakukan ekspansi operasional ke jaringan blockchain lain di luar Polygon.
Meskipun kemampuan lintas rantai ini sudah dirancang, pihak pengembang belum mengumumkan tanggal pasti peluncurannya maupun daftar blockchain baru yang akan didukung.
Saat ini, seluruh operasional pasar taruhan Polymarket masih berjalan di atas jaringan Polygon, yang merupakan solusi penskalaan untuk blockchain Ethereum. Popularitas platform ini melonjak drastis sepanjang tahun ini, terutama karena menjadi rujukan utama bagi publik untuk memantau taruhan pemilu presiden Amerika Serikat.
Guna memastikan keakuratan hasil taruhan, Protokol V2 memperkenalkan sistem agregator oracle baru yang dinamakan OracleAggregator. Oracle adalah teknologi jembatan yang menyuplai data dunia nyata ke dalam sistem blockchain agar kontrak pintar bisa menentukan pemenang taruhan secara objektif. Sistem baru ini menggabungkan umpan data dari beberapa penyedia terpercaya, termasuk UMA dan Chainlink.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509683/original/007030900_1771743691-Thomas_Muller.jpg)






