Ray Dalio Sarankan Investor Miliki Bitcoin di Tengah Risiko Utang AS yang Meningkat

Investor legendaris dan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, baru-baru ini menyarankan para investor untuk mempertimbangkan memiliki "sedikit Bitcoin" dalam portofolio mereka. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran yang kian mendalam mengenai risiko utang Amerika Serikat (AS) yang terus membengkak dan potensi dampaknya terhadap pasar keuangan global.
Dalio, yang dikenal dengan kerangka kerja krisis utangnya yang sudah berjalan lama, melihat tekanan pasar obligasi Treasury AS belakangan ini sebagai konfirmasi atas teorinya. Ia berpendapat bahwa kondisi saat ini mengindikasikan adanya pergeseran dalam siklus utang jangka panjang, yang berpotensi melemahkan nilai mata uang fiat.
Pandangan Dalio didasarkan pada analisis mendalamnya terhadap siklus ekonomi dan keuangan global. Ia meyakini bahwa peningkatan substansial dalam utang pemerintah, yang kerap diiringi dengan kebijakan moneter akomodatif, pada akhirnya akan mengikis daya beli mata uang dan mendorong inflasi.
Baca Juga:
- Eksploitasi Jaringan Ancam Keamanan, The Sandbox Hentikan Bridging di Blockchain Base dan BNB
- Pasar Prediksi Kalshi Terancam Regulasi, CFTC Perketat Pengawasan di AS
- Harga Bitcoin Melonjak Tajam akibat Short Squeeze dan Rencana Baru Elon Musk
Saat ini, utang nasional AS telah melampaui USD 34 triliun (sekitar Rp555.000 triliun). Angka fantastis ini memicu kekhawatiran di kalangan ekonom dan investor mengenai keberlanjutan fiskal negara adidaya tersebut.
Meskipun merekomendasikan Bitcoin, Dalio secara konsisten menegaskan preferensinya terhadap emas sebagai lindung nilai yang lebih besar dan teruji waktu. Emas, dengan sejarah ribuan tahun sebagai penyimpan nilai, dinilai lebih stabil dan memiliki rekam jejak yang solid dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan pelemahan mata uang.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor















