Sahil Arora Kembali Beraksi dengan Meme Coin Floyd Mayweather di Platform Fomo

Promotor meme coin yang kerap menuai kontroversi, Sahil Arora, kembali meluncurkan aset kripto baru yang menyeret nama besar petinju Floyd Mayweather. Aset digital ini diluncurkan melalui platform perdagangan Solana bernama Fomo, sebuah sistem yang menggabungkan elemen media sosial dengan perdagangan token.
Strategi ini diklaim Arora sebagai langkah awal kebangkitannya setelah serangkaian proyek sebelumnya dituding sebagai penipuan oleh banyak pihak. Fomo sendiri merupakan platform yang memungkinkan pengguna melihat langsung aktivitas beli dan jual secara transparan, sebuah mekanisme yang sering dimanfaatkan untuk menciptakan sensasi viral.
Token bertajuk Floyd Money Mayweather sempat mencatatkan nilai pasar sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp15,7 miliar sebelum mengalami penurunan drastis hingga 96 persen hanya dalam tiga jam. Penurunan tajam ini terjadi tak lama setelah akun media sosial Mayweather menghapus unggahan promosi terkait token tersebut.
Arora berdalih bahwa narasi mengenai Mayweather yang kehilangan keuntungan adalah bagian dari skenario untuk memicu kenaikan harga token. Ia mengeklaim telah meraih keuntungan hingga tujuh digit, namun data dari firma analisis Bubblemaps menunjukkan fakta berbeda.
Data on-chain menunjukkan kelompok dompet terbesar hanya memperoleh keuntungan sekitar USD 105.000 atau Rp1,6 miliar. Sementara itu, total keuntungan dari 100 pedagang teratas hanya menyentuh angka USD 306.000, sehingga klaim keuntungan fantastis Arora diragukan kebenarannya oleh para analis.
Berbagai tuduhan penipuan, atau yang dikenal dengan istilah rug pull, telah membayangi langkah Arora sepanjang 2024. Rug pull adalah praktik di mana pengembang aset kripto secara sengaja menarik likuiditas dan melarikan dana investor setelah harga token dipompa tinggi.
Meski menghadapi kecaman luas, Arora berencana untuk terus menggunakan strategi yang sama di platform Fomo. Ia berpendapat bahwa kemampuannya meyakinkan para pesohor untuk bekerja sama adalah hal yang sangat mudah dilakukan.
Bagi Floyd Mayweather, keterlibatan dalam dunia aset kripto bukanlah hal baru. Petinju tersebut memiliki sejarah panjang dengan produk kripto, termasuk kasus EthereumMax yang sempat membuatnya terseret dalam gugatan hukum pada 2021.
Pada masa lalu, Mayweather bahkan pernah dijatuhi denda oleh otoritas keuangan Amerika Serikat karena mempromosikan penawaran koin tanpa mengungkapkan pembayaran yang diterimanya. Saat dimintai keterangan mengenai proyek terbaru ini, pihak Mayweather memilih untuk tidak memberikan tanggapan apa pun.
Publik kini diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap aset kripto yang dipromosikan oleh figur publik melalui media sosial. Ketidakpastian regulasi dan volatilitas pasar yang ekstrem menjadikan investasi pada meme coin sebagai langkah berisiko tinggi bagi investor ritel.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












