Uni Eropa Tindak Tegas Praktik Jual Beli Mata Uang Virtual dalam Game Populer

Otoritas konsumen Uni Eropa resmi memulai penyelidikan terkoordinasi terhadap sepuluh perusahaan gim global terkait praktik penjualan mata uang virtual. Tindakan ini menyasar sebelas judul gim populer, termasuk Minecraft dan Candy Crush Saga, yang dinilai tidak transparan dalam menampilkan harga barang dalam gim.
Jaringan Perlindungan Konsumen atau Consumer Protection Cooperation Network menyatakan bahwa praktik manipulatif dalam gim harus segera dihentikan. Mereka menyoroti cara perusahaan menyembunyikan harga asli barang dengan sistem mata uang yang membingungkan pemain.
Langkah penegakan hukum ini menargetkan perusahaan raksasa seperti Activision Blizzard, Riot Games, Mojang, hingga Ubisoft. Daftar gim yang dipantau mencakup Diablo Immortal, Call of Duty Mobile, Valorant, hingga Clash of Clans yang dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Pemerintah Eropa menekankan bahwa harga barang dalam gim harus ditampilkan secara jelas menggunakan mata uang dunia nyata. Pemain tidak boleh dipaksa membeli mata uang virtual dalam jumlah berlebih hanya untuk mendapatkan satu item, sebuah taktik yang sering kali meninggalkan sisa saldo yang tidak bisa digunakan kembali.
Aturan ini juga memastikan bahwa pemain memiliki hak pembatalan transaksi selama 14 hari, bahkan untuk mata uang virtual yang sudah dibeli namun belum digunakan. Praktik sepihak perusahaan yang bisa mengubah nilai mata uang atau menutup akun pemain tanpa proses banding kini dikategorikan sebagai tindakan tidak adil.
Anak-anak ditempatkan sebagai kelompok paling rentan dalam aturan perlindungan konsumen ini. Setiap gim yang tidak secara eksklusif ditujukan untuk orang dewasa harus mengasumsikan kehadiran pemain di bawah umur dalam jumlah signifikan, sehingga regulasi keamanan harus diterapkan lebih ketat.
Otoritas juga menyoroti fenomena pemain dengan pengeluaran tinggi atau yang sering disebut sebagai whales. Pemain jenis ini dinilai berisiko tinggi mengalami gangguan kontrol impuls atau masalah perjudian, sehingga gim yang dirancang untuk memanen keuntungan dari kelompok ini akan menghadapi uji kepatuhan yang lebih berat.
Perlu dicatat bahwa sistem mata uang kripto berada di luar cakupan aturan ini. Regulasi tersebut secara khusus hanya menyasar mata uang tertutup yang dibeli dengan uang nyata dalam ekosistem gim tertentu.
Selain harga, jaringan tersebut menaruh perhatian khusus pada sistem kotak jarahan atau loot boxes. Penggunaan pola desain yang menjebak, penghitung waktu mundur yang menyesatkan, serta klaim kelangkaan palsu menjadi fokus utama pengawasan otoritas Eropa.
Upaya dialog antara regulator dan industri gim sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu melalui serangkaian lokakarya. Namun, otoritas menemukan indikasi bahwa banyak perusahaan tidak melakukan perubahan berarti meski telah menerima panduan resmi berulang kali.
Sistem regulasi mandiri yang dilakukan organisasi seperti PEGI dinilai memberikan perbaikan kecil. Namun, mekanisme tersebut dianggap gagal menyentuh inti permasalahan praktik komersial agresif yang merugikan pemain dalam jangka panjang.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












