
Pemilik ponsel Samsung Galaxy S24 dan S25 kini menghadapi masalah serius terkait daya tahan baterai setelah melakukan pembaruan sistem operasi One UI 9 berbasis Android 17.
Sejumlah pengguna melaporkan bahwa perangkat mereka mengalami penurunan performa baterai yang signifikan usai menginstal perangkat lunak terbaru tersebut. Keluhan ini muncul di berbagai forum komunitas daring dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu laporan menyebutkan bahwa sebuah perangkat hanya mampu bertahan selama lima jam meski digunakan secara intensif. Kejadian ini memicu keresahan karena durasi pakai baterai yang seharusnya jauh lebih lama untuk kelas ponsel premium seperti Galaxy S24 dan S25.
Permasalahan tidak berhenti pada penggunaan aktif saja. Banyak pengguna di platform Reddit juga menyoroti adanya peningkatan konsumsi daya baterai dalam kondisi siaga atau idle yang tidak wajar.
Situasi lebih buruk dialami oleh sebagian pemilik Galaxy S25 yang mengaku harus mengisi daya baterai sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari. Kondisi tersebut menunjukkan adanya anomali konsumsi energi yang cukup ekstrem pascapembaruan sistem.
Sebagai informasi, One UI merupakan antarmuka khusus yang dikembangkan Samsung untuk ponsel dan tablet mereka di atas sistem operasi Android. Pembaruan sistem skala besar seperti ini sering kali melibatkan perubahan mendalam pada manajemen sumber daya perangkat keras.
Meski keluhan bermunculan, masalah ini diperkirakan belum terjadi secara masif pada seluruh pengguna global. Pola gangguan seperti ini memang kerap muncul setiap kali produsen ponsel merilis pembaruan perangkat lunak besar bagi perangkat mereka.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Samsung mengenai solusi permanen terkait masalah tersebut. Namun, para ahli teknologi menyarankan beberapa langkah perbaikan mandiri bagi pengguna yang terdampak.
Pengguna disarankan untuk melakukan penyalaan ulang perangkat secara berkala guna menyegarkan proses sistem. Langkah selanjutnya melibatkan penghentian paksa aplikasi yang berjalan di latar belakang dan dianggap mengonsumsi daya berlebih.
Opsi terakhir yang cukup ekstrem adalah mengembalikan pengaturan pabrik atau factory reset. Tindakan ini akan menghapus seluruh data pengguna, sehingga sangat disarankan untuk melakukan pencadangan data atau backup terlebih dahulu sebelum memulai proses tersebut.
Pembaruan sistem sering kali memicu konflik pada aplikasi pihak ketiga yang belum dioptimalkan untuk versi terbaru. Proses sinkronisasi sistem di latar belakang pascapembaruan juga kerap memakan energi lebih besar sebelum akhirnya kembali normal setelah beberapa hari.
Bagi pengguna yang merasa perangkatnya mengalami kendala serupa, memantau penggunaan daya melalui menu pengaturan baterai bisa menjadi langkah awal diagnosa. Pengguna dapat melihat aplikasi mana yang menjadi penyebab utama pemborosan energi agar dapat segera diatasi.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor