Mandi Pakai Lensa Kontak, Perempuan di AS Hampir Buta Akibat Infeksi Amoeba

Seorang perempuan muda asal California, Amerika Serikat, Grace Jamison (20), menghadapi risiko kebutaan permanen setelah matanya terinfeksi amoeba akibat kebiasaan mandi menggunakan lensa kontak. Insiden serius ini terjadi setahun lalu, ketika ia sedang menjalankan misi kemanusiaan di Republik Dominika, dan kini menjadi peringatan penting bagi pengguna lensa kontak lainnya.
Jamison, yang mulai mengenakan lensa kontak sejak usia 14 tahun, telah terbiasa memakai alat bantu penglihatan tersebut sepanjang hari. Rutinitasnya mencakup tetap memakai lensa kontak saat mandi dan baru melepasnya sebelum tidur.
Perempuan berusia 20 tahun itu mengaku tidak pernah menyangka air keran dari pancuran dapat membahayakan lensa kontaknya. "Saya tahu Anda tidak boleh berenang dengan lensa kontak, tetapi saya tidak pernah berpikir air mandi tidak aman untuk lensa kontak," ujar Jamison, seperti diwartakan People.
Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Jamison mulai merasakan gejala aneh pada matanya.
Awalnya terasa gatal dan kering, kemudian cepat memburuk menjadi sangat merah dan sensitif terhadap cahaya.
Dalam waktu singkat, penglihatannya memburam drastis hingga ia nyaris tidak bisa melihat dengan kedua matanya. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan masa depannya.
Setelah memeriksakan diri ke dokter, Jamison awalnya didiagnosis menderita infeksi herpes dan diresepkan obat tetes mata steroid. Namun, resep tersebut justru memperparah kondisi matanya, karena steroid dapat menekan sistem imun dan mempercepat pertumbuhan amoeba.
Butuh waktu sekitar satu bulan dan kunjungan berulang ke dokter mata sebelum Grace Jamison mendapatkan diagnosis akurat.
Ia dipastikan mengidap Acanthamoeba keratitis, sebuah infeksi mata langka namun serius.
Menurut Cleveland Clinic, Acanthamoeba keratitis adalah infeksi mata yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti amoeba yang hidup bebas di lingkungan, termasuk air keran, tanah, dan kolam renang. Pengguna lensa kontak, terutama yang memiliki kebiasaan higienis yang buruk atau sistem kekebalan tubuh rendah, memiliki risiko tinggi terinfeksi kondisi ini.
"Ketika saya mengetahui bahwa banyak orang dengan Acanthamoeba keratitis kehilangan penglihatan mereka, saya sangat sedih," kata Jamison. Ia menambahkan bahwa sebagian dirinya berharap hal itu tidak akan terjadi padanya, namun jauh di lubuk hati, ia menyadari betapa seriusnya infeksi tersebut.
Infeksi ini menyebabkan Jamison mengalami kebutaan total pada kedua matanya selama empat bulan.
Sensitivitas ekstrem terhadap cahaya membuatnya harus selalu berada di ruangan gelap, mengganggu seluruh aspek kehidupannya.
Sebagai seseorang yang sangat aktif, kondisi tersebut merenggut kemandiriannya secara drastis. Aktivitas sederhana seperti makan pun menjadi tantangan besar baginya.
"Saya tidak tahu di mana letak barang-barang, dan saya tiba-tiba harus mempelajari kembali hal-hal yang selalu saya anggap biasa," tuturnya, menggambarkan betapa sulitnya adaptasi tersebut.
Setelah empat bulan yang berat, Jamison mulai menunjukkan perkembangan positif. Infeksi di mata kirinya ternyata tidak separah mata kanan, memberinya secercah harapan.
Lebih dari setahun setelah kejadian awal, mata Jamison masih mengalami kerusakan dan memiliki bekas luka permanen.
Meskipun demikian, dengan bantuan kacamata, ia kini sudah bisa melihat dengan jelas.
Proses pengobatan untuk melawan infeksi ini masih terus berlangsung, termasuk penggunaan obat tetes mata yang seringkali menimbulkan rasa perih. "Saya sudah lebih terbiasa selama setahun terakhir, tetapi tetap saja sakit," ujarnya.
Jamison menekankan bahwa bukan hanya infeksi Acanthamoeba yang menyakitkan, tetapi juga pengobatannya itu sendiri. Ia ingin lebih banyak orang menyadari kondisi ini, terutama mereka yang sering memaparkan lensa kontak terhadap air yang tidak steril.
Untuk menghindari risiko serupa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan pengguna lensa kontak untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum menyentuh lensa, mengeringkannya dengan handuk bersih, serta tidak pernah membilas atau menyimpan lensa dengan air keran. Cairan pembersih lensa khusus harus selalu digunakan, dan lensa tidak boleh dipakai saat berenang, mandi, atau berendam di bak mandi air panas.
Jamison mengingatkan setiap individu untuk selalu menjaga penglihatan.
Sebuah masalah yang belum terjadi saat ini bukan berarti tidak akan menimpa di masa depan.
"Tolong jangan pernah mengambil risiko dengan penglihatan Anda. Itu sama sekali tidak sepadan. Saya tahu itu karena saya hidup dengan konsekuensinya," pungkasnya, memberikan peringatan keras berdasarkan pengalaman pahitnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor














