Dinamika Rupiah dan Yen Menguat, Mengapa Peso Filipina Justru Terpuruk?

Rupiah mencatatkan kinerja impresif pada penutupan perdagangan Jumat, 4 September 2026, dengan terapresiasi 0,11 persen ke posisi Rp17.630 per dolar AS.
Data Refinitiv menunjukkan angka tersebut menjadi level terkuat bagi mata uang Indonesia dalam kurun waktu 15 pekan terakhir. Kenaikan mingguan sebesar 0,31 persen ini menandai tren positif rupiah yang tidak pernah melemah selama lima pekan berturut-turut.
Penguatan mata uang di Asia terjadi seiring dengan meredanya tekanan terhadap dolar AS setelah pernyataan Gubernur The Federal Reserve, Christopher Waller. Waller membuka ruang bagi otoritas moneter Amerika Serikat untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini apabila inflasi terus menunjukkan tren penurunan.








