Hari Wayang Sedunia, LD-NU: Wayang sebagai Media Dakwah Wali Songo

LD-NU menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga menggunakan Wayang Kulit sebagai media dakwah islam di Nusanatara.
"Tidak ragu meminjam perangkat-perangkat budaya sebagai perangkat dakwah, Sunan Kalijaga menggunakan Wayang Kulit dan memasukkan kalimat syahadat dalam dunia pewayangan dalam berdakwah," ungkapnya.
Dalam dakwahnya, Sunan Kalijaga menggunakan mantera-mantera dengan berbahasa jawa. Namun di setiap pagelaranya ia menutup dengan dua kalimat syahadat.
"Doa² dan mantera² yg biasanya berbahasa jawa ditutupnya dgn bacaan dua kalimat syahadat. Dgn cara ini, kalimat syahadat menjelma di hampir semua mantera² yg populer di masyarakat. Itu cara dakwah yang ditempuh para ulama Nusantara yang ternyata efektif dalam mengubah masyarakat," imbuhnya.
Ulama-ulama Nusantara dalam syiar agama islam memakai jalan hikmah dan memilih pitutur yang baik kepada masyarakat. Jika jalan tersebut tidak berhasil, maka menggunakan metode dialog.
"Dalam berdakwah, para ulama Nusantara sempurna mengamalkan firman Allah, ud’u ila sabili rabbika bil hikmah wal maw’idhatil hasanah wa jadilhum billati hiya ahsan. Jika dakwah dengan jalan hikmah dan mau’idhah hasanah tak menghasilkan perubahan, maka jalan dialoglah yg dilakukan," tutupnya.







