Harga Mobil Bekas Honda Freed 2011 dan 2013, Simak Panduan Membelinya

Mobil keluarga dengan pintu geser atau sliding door masih menjadi incaran banyak konsumen di pasar mobil bekas Indonesia.
Salah satu model yang tetap bertahan di tengah gempuran mobil baru adalah Honda Freed, khususnya untuk keluaran tahun 2011 dan 2013. Model ini dikenal karena kepraktisan akses keluar masuk penumpang serta kenyamanan kabinnya yang lega.
Di pasar kendaraan bekas saat ini, harga Honda Freed tahun 2011 berkisar antara Rp110 juta hingga Rp125 juta, bergantung pada kondisi fisik dan jarak tempuh kilometer kendaraan. Sementara itu, untuk model tahun 2013, harganya sedikit lebih tinggi, yakni berada di rentang Rp130 juta hingga Rp145 juta.
Perbedaan harga tersebut mencerminkan sisa usia pakai komponen dan pembaruan fitur yang sempat disematkan pada varian yang lebih muda. Honda Freed sendiri pertama kali hadir di Indonesia sebagai alternatif MPV premium dengan konfigurasi bangku baris kedua model captain seat.
Sebelum memutuskan untuk meminang unit bekas, calon pembeli perlu memperhatikan beberapa aspek mekanis krusial. Salah satu bagian yang paling sering disorot adalah sistem transmisi otomatis dan mekanisme pintu geser elektrik.
Pastikan motor penggerak pintu geser tidak mengeluarkan suara kasar saat beroperasi. Jika pintu bergerak tersendat, kemungkinan besar terdapat keausan pada komponen kabel penarik atau sistem kelistrikan pintu tersebut.
Selain itu, pemeriksaan pada sektor kaki-kaki juga menjadi kewajiban mutlak sebelum melakukan transaksi. Mengingat usia mobil yang sudah di atas sepuluh tahun, komponen karet penyangga atau bushing serta shockbreaker biasanya sudah mengalami penurunan performa.
Lakukan uji jalan untuk memastikan tidak ada bunyi asing saat mobil melewati jalanan yang tidak rata. Konsumen juga disarankan untuk membawa mekanik kepercayaan guna memeriksa riwayat servis di bengkel resmi maupun bengkel spesialis Honda.
Riwayat perawatan berkala menjadi indikator utama bagaimana pemilik sebelumnya memperlakukan kendaraan tersebut. Mobil dengan buku servis lengkap tentu memiliki nilai tawar lebih tinggi dan risiko kerusakan tersembunyi yang lebih minim.
Jangan lupa untuk melakukan pengecekan mendalam terhadap dokumen legalitas kendaraan. Periksa kecocokan nomor rangka dan nomor mesin dengan yang tertera pada BPKB serta STNK secara cermat.
Terakhir, pastikan status pajak kendaraan masih aktif dan tidak terblokir oleh aturan progresif. Membeli mobil bekas dengan kondisi prima tentu akan menghemat biaya perbaikan besar di masa depan bagi pemilik barunya.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor












