BYD Indonesia Kaji Peluang Hadirkan Mobil Listrik Mungil Racco ke Tanah Air

PT BYD Motor Indonesia tengah menimbang potensi masuknya mobil listrik mungil BYD Racco ke pasar otomotif nasional. Langkah ini diambil setelah produsen asal China tersebut mengunggah penampakan kendaraan tersebut di media sosial resmi perusahaan pada Kamis (3/9/2026).
Kehadiran kendaraan dengan konsep kei car atau mobil kota berukuran sangat kompak ini menarik perhatian publik karena desainnya yang efisien. Di Jepang, kei car merujuk pada kelas mobil berdimensi kecil yang memiliki aturan pajak dan regulasi khusus sehingga sangat digemari untuk mobilitas perkotaan yang padat.
Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengonfirmasi bahwa perusahaan saat ini sedang dalam tahap mempelajari kebutuhan pasar. Mereka ingin memastikan apakah model tersebut memiliki basis konsumen yang kuat sebelum melangkah lebih jauh.
Pihak BYD secara intensif memantau respons masyarakat melalui berbagai kanal digital. Mereka berupaya mengumpulkan masukan terkait minat konsumen guna merancang strategi pemasaran serta skema harga yang kompetitif bagi pasar Indonesia.
Luther mengakui bahwa umpan balik yang diterima sejauh ini cukup menggembirakan. Meski demikian, perusahaan tetap berhati-hati dalam menentukan posisi produk agar dapat bersaing secara optimal melawan model-model yang sudah ada sebelumnya.
Di pasar global, BYD Racco pertama kali meluncur di Jepang pada 28 Juli 2026. Mobil listrik ini mencatat prestasi impresif dengan perolehan lebih dari 1.000 unit pemesanan hanya dalam waktu singkat.
Kendaraan ini dijual dengan harga mulai dari 2,14 juta yen hingga 2,497 juta yen. Angka tersebut setara dengan kisaran Rp230 juta sampai Rp270 juta sebelum dipotong subsidi pemerintah setempat.
Secara teknis, mobil empat penumpang ini memiliki dimensi panjang 3.395 mm dengan lebar 1.475 mm. Ukuran tersebut membuatnya sangat lincah di jalanan sempit karena didukung radius putar minimum hanya 4,8 meter.
Untuk performa, BYD membekali Racco dengan dua pilihan baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Konsumen dapat menempuh jarak antara 210 km hingga 320 km dalam satu kali pengisian daya penuh.
Dapur pacunya mengandalkan sistem penggerak roda depan yang mampu menghasilkan tenaga 47 kW. Torsi instan sebesar 160 Nm juga disematkan agar akselerasi tetap mumpuni saat digunakan dalam kondisi lalu lintas kota yang sering kali padat dan berhenti-jalan.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








