Ayyoub Bouaddi, Sensasi Remaja Maroko di Piala Dunia yang Gemparkan Prancis
![Ayyoub Bouaddi was the star player for Morocco in their first World Cup 2026 match against Brazil on Saturday [Caean Couto/Reuters]](https://res.cloudinary.com/beritana/image/upload/f_webp,q_auto,w_800,c_limit/v1781859829/media/2026/06/emhnd5qpm6xuqme8gfgn.webp)
Nama Ayyoub Bouaddi, gelandang muda Prancis berdarah Maroko, tiba-tiba menjadi sorotan utama di kancah Piala Dunia. Pemain berusia 18 tahun ini tampil memukau dalam debutnya bersama tim nasional Maroko, memicu kontroversi di negara kelahirannya.
Sebelum bulan lalu, Bouaddi mungkin membayangkan menonton Piala Dunia seperti remaja seusianya, dari layar televisi, dikelilingi teman dan keluarga. Ia kemungkinan besar akan mendukung Les Bleus, tim favorit pra-turnamen yang diyakini akan menjadi masa depannya.
Bouaddi telah meniti karir di jenjang usia muda Prancis, terikat dalam program tim nasional, dan digadang-gadang sebagai talenta masa depan. Ia pernah menjadi kapten tim U-21 Prancis pada Maret lalu.
Namun, Bouaddi bukanlah remaja biasa. Ia baru-baru ini mencatatkan namanya sebagai pemain termuda yang mencapai 50 penampilan di Ligue 1, kasta tertinggi sepak bola Prancis.
Terlepas dari bakat luar biasanya, pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, menginginkan Bouaddi tetap melanjutkan karirnya di tim junior. Keputusan Deschamps untuk tidak memanggil Bouaddi ke tim senior Prancis untuk Piala Dunia kini menjadi perdebatan sengit di negara tersebut.
Jerome Rothen, mantan gelandang Paris Saint-Germain dan Monaco, secara terbuka menyatakan kekecewaannya. Ia mengungkapkan hal itu saat menganalisis pertandingan pembuka Maroko melawan Brasil di New Jersey.
Bouaddi tampil menonjol dengan kekuatan mental dan fisiknya di tengah riuhnya suasana Stadion New York New Jersey, menghadapi lima kali juara dunia dan puluhan ribu pendukung mereka.
"Ketika saya mendengar perkataan pelatih Didier Deschamps, itu mengejutkan saya," ujar Rothen di RMC Sport, stasiun penyiaran olahraga Prancis.
"Dengan Bouaddi, kita tidak perlu menunggu melihat apa yang dia lakukan melawan Brasil untuk menyadari bahwa dia adalah pemain muda yang melampaui zamannya," tambahnya memuji sang gelandang.
Mampu melampaui zamannya memang menjadi ciri khas perjalanan karir Bouaddi. Pada malam sebelum ulang tahunnya yang ke-17 di tahun 2024, bintang muda ini membantu Lille meraih kemenangan bersejarah di Liga Champions atas Real Madrid.
Malam istimewa di Prancis utara itu mempertemukan Bouaddi dengan lini tengah Madrid yang diperkuat oleh dua gelandang timnas Prancis, Eduardo Camavinga dan Aurelien Tchouameni.
Setelah pertandingan melawan Brasil pada Sabtu lalu, para pakar sepak bola membanjiri Bouaddi dengan pujian atas kemampuannya menahan tekanan dan menjadi maestro lini tengah Maroko.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor



















