
Sassuolo kini berada dalam situasi sulit setelah bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, harus menepi akibat cedera.
Analisis yang dirilis oleh Sassuolo News menunjukkan perbedaan mencolok pada performa tim asuhan Alberto Aquilani tersebut saat Idzes bermain maupun absen. Statistik membuktikan kehadiran sang pemain menjadi fondasi krusial bagi stabilitas lini belakang Neroverdi.
Dalam tiga laga Serie A yang diperkuat bek berpostur jangkung tersebut, Sassuolo mampu mengumpulkan tujuh poin. Capaian itu mencakup kemenangan 2-1 atas Torino, hasil imbang 2-2 kontra Bologna, dan kemenangan dramatis 3-2 saat menjamu Juventus di Stadion Mapei.
Situasi berubah drastis setelah Idzes menderita cedera dalam pertandingan melawan Juventus.
Selama empat laga tanpa kehadirannya, tim gagal memetik satu pun kemenangan. Mereka menelan kekalahan 1-2 dari Monza, bermain imbang 1-1 dengan AC Milan, serta takluk 2-4 dari Frosinone dan 2-0 oleh Como.
Kerapuhan lini belakang terlihat jelas dari data statistik kebobolan. Saat Idzes bermain, tim hanya kemasukan lima gol dalam tiga pertandingan.
Namun, angka itu melonjak menjadi sembilan gol dalam empat laga terakhir saat ia tidak berada di lapangan. Media Italia tersebut menyebut absennya Idzes sebagai faktor utama di balik menurunnya performa pertahanan tim.
Sassuolo News memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan teknis dan mentalitas pemain berusia 26 tahun tersebut. Kemampuannya membaca arah bola, kepemimpinan di lapangan, dan ketenangan dalam membangun serangan dari lini belakang menjadi aset berharga yang kini hilang.
Proses pemulihan cedera Idzes diperkirakan memakan waktu enam hingga delapan pekan. Ia diprediksi akan melewatkan hingga tujuh pertandingan penting bersama Sassuolo.
Jadwal berat sudah menanti, mulai dari laga melawan Lazio, Fiorentina, AS Roma, hingga Genoa yang rencananya berlangsung bulan depan. Tim medis klub terus memantau perkembangan kondisi fisik Idzes untuk menentukan waktu kepastian kembalinya sang pemain ke lapangan hijau.
Serie A merupakan liga kasta tertinggi di Italia yang dikenal memiliki standar taktik sangat ketat. Absennya pemain kunci di liga ini sering kali mengubah peta kekuatan sebuah tim secara instan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor