Langsung ke konten
beritana

CEO Amazon Diduga Pemicu Pembatasan Model AI Anthropic oleh Pemerintah AS

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaWorld
Amazon CEO reportedly raised Anthropic model concerns before government crackdown
Image Credits:Bruce Bennett / Getty Images

CEO Amazon Andy Jassy diduga menjadi sumber kekhawatiran keamanan yang menyebabkan Anthropic membatasi akses global terhadap dua model kecerdasan buatannya. Langkah ini diambil setelah pemerintah Amerika Serikat memberlakukan larangan kontrol ekspor pada model Claude Fable 5 dan Mythos 5.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Jassy memberi tahu Menteri Keuangan Scott Bessent dan pejabat pemerintah lainnya tentang penggunaan model Claude Fable 5 oleh peneliti Amazon. Penggunaan tersebut diklaim berhasil memperoleh informasi yang dapat dimanfaatkan dalam serangan siber. Laporan ini mengindikasikan adanya potensi risiko keamanan serius dari model AI tersebut.

Pemerintah AS kemudian merespons dengan memberlakukan larangan kontrol ekspor terhadap model Fable 5 dan Mythos 5 dari Anthropic.

Seorang juru bicara Amazon menyatakan bahwa bukan hal aneh bagi pemerintah untuk meminta masukan terkait potensi risiko keamanan. Namun, perusahaan tidak membagikan detail dari diskusi-diskusi tersebut.

Juru bicara tersebut juga menunjuk pada pembaruan yang menyebutkan bahwa layanan Amazon Web Services (AWS) turut terdampak oleh pembatasan akses model ini.

Media lain seperti The Information dan Reuters juga melaporkan bahwa Amazon, sebagai salah satu investor utama Anthropic, telah menyampaikan kekhawatiran serupa mengenai keamanan model-model AI tersebut. Ini menguatkan dugaan keterlibatan Amazon dalam isu pembatasan ini.

David Sacks, mantan penasihat AI era pemerintahan Trump yang kini menjabat sebagai salah satu ketua Dewan Penasihat Presiden untuk Sains dan Teknologi (PCAST), menawarkan versinya sendiri mengenai diskusi ini. Sacks mengklaim bahwa “mitra tepercaya yang sangat kredibel, baik dari Anthropic maupun Pemerintah AS, melaporkan adanya celah keamanan atau 'jailbreak'.”

Sacks menambahkan, “Pemerintah meminta CEO Anthropic Dario Amodei untuk memperbaiki celah tersebut atau menonaktifkan modelnya, namun Dario menolak permintaan ini.”

Melalui unggahan blognya, Anthropic menyatakan bahwa kemampuan yang disebut-sebut menimbulkan kekhawatiran pemerintah itu sudah tersedia dalam model lain yang dapat diakses publik. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa masalah keamanan yang disoroti bukanlah hal eksklusif pada model mereka.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update