Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran di Tengah Upaya Kesepakatan Nuklir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendadak membatalkan rencana serangan militer baru terhadap Iran. Keputusan ini diambil selang beberapa jam setelah ia memberikan sinyal ancaman serangan jika Iran tidak menyepakati perjanjian damai.
Trump sempat mengklaim kedua negara telah mencapai kesepakatan secara konsep terkait isu nuklir dalam beberapa hari ke depan. Namun, kementerian luar negeri Iran membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa belum ada kesepakatan final yang dicapai.
Dalam perkembangan lain, Trump menominasikan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional. Clayton merupakan mantan jaksa federal dan mantan kepala Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).
Nominasi ini muncul setelah sebelumnya Trump menunjuk sekutu politiknya, Bill Pulte, sebagai pelaksana tugas direktur. Pemilihan Pulte menuai kritik tajam karena ia minim pengalaman di sektor keamanan nasional, sehingga memicu kebuntuan politik terkait perpanjangan alat intelijen bernama FISA 702.
FISA 702 adalah mekanisme hukum yang mengizinkan pemerintah Amerika Serikat mengumpulkan data komunikasi elektronik warga asing di luar negeri. Masa berlaku perangkat hukum tersebut dijadwalkan berakhir hari ini di tengah perdebatan di Kongres.
Di sisi lain, administrasi Trump tengah berencana melakukan restrukturisasi besar-besaran pada Dinas Kehutanan Amerika Serikat. Langkah ini mencakup pemangkasan anggaran penelitian kebakaran hutan di tengah kekhawatiran akan musim kebakaran yang makin parah akibat perubahan iklim.
Bergeser ke dunia olahraga, tim nasional sepak bola putra Amerika Serikat bersiap menghadapi Paraguay dalam laga pembuka penyisihan grup Piala Dunia 2026. Skuad ini diharapkan mampu memutus catatan buruk minim kemenangan mereka di panggung internasional setelah bertahun-tahun kesulitan meraih prestasi signifikan.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor







