Langsung ke konten
beritana

Konflik Memanas: Israel Bantah Klaim Iran soal Penarikan Pasukan dari Lebanon Selatan

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaWorld
Israeli ambassador to U.S. says Israel is 'not going to withdraw from South Lebanon'
Foto: NPR News

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel (Michael) Leiter, menegaskan bahwa Israel tidak berencana menarik pasukannya dari Lebanon Selatan, sebuah posisi yang telah ditegaskan oleh para pejabat Israel.

Pernyataan tersebut berpotensi membuka keretakan dalam kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat dengan Iran, sebuah perkembangan yang memperumit lanskap konflik di Timur Tengah yang terus memanas.

"Kami tidak akan mundur dari Lebanon Selatan, dan orang-orang gila di Teheran tidak punya urusan ikut campur dalam hal ini," kata Leiter dalam wawancara dengan Steve Inskeep dari NPR.

Komentar Leiter menggemakan pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang sebelumnya pekan ini menyatakan bahwa Israel tidak akan mundur dari Lebanon, Suriah, atau Gaza, "terlepas dari semua tekanan yang ada dan yang mungkin akan datang."

Posisi ini secara langsung bertentangan dengan pernyataan pejabat Iran yang mengklaim bahwa Lebanon merupakan bagian dari pemahaman yang lebih luas yang dicapai dengan Washington.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran bahkan menyebut penghentian pertempuran akan berlaku "di semua lini," termasuk Lebanon.

Namun, Leiter menolak interpretasi tersebut, menegaskan bahwa pemerintahan Trump "sangat jelas" bahwa setiap perjanjian dengan Iran "tidak ada hubungannya dengan penarikan pasukan kami dari Lebanon Selatan."

Perselisihan ini merupakan bagian dari ketidakpastian yang menyelimuti proposal gencatan senjata 60 hari, yang menurut pemerintahan Trump dapat membuka pintu bagi negosiasi tentang program nuklir Iran dan isu-isu lain yang belum terselesaikan.

Saat ditanya mengenai dampak kemanusiaan dari serangan Israel terhadap Hezbollah, dengan sekitar 3.700 warga Lebanon tewas dan sekitar 1 juta orang terusir dari rumah mereka menurut otoritas kesehatan Lebanon, Leiter menjawab bahwa "orang-orang yang kami bunuh adalah teroris Hezbollah."

Dia kemudian menambahkan, "Kami tidak menargetkan warga sipil."

Leiter juga menekankan bahwa setiap perjanjian jangka panjang harus memastikan Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir dan dapat diverifikasi "kapan saja, di mana saja, dalam keadaan apa pun."

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update