Langsung ke konten
beritana

Lebih 1.000 Orang Tewas di Gaza Selama Gencatan Senjata

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaWorld
Over 1,000 people killed during Gaza ceasefire, Palestinian authorities say
Foto: NPR News

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 1.000 warga Palestina tewas akibat operasi militer Israel sejak gencatan senjata dengan kelompok Hamas disepakati pada Oktober lalu. Angka ini mencerminkan eskalasi kekerasan yang terus berlangsung di tengah upaya penghentian konflik.

Serangan udara, tembakan artileri, serta kontak senjata di sepanjang perbatasan menjadi pemandangan hampir setiap hari di wilayah tersebut. Intensitas serangan drone yang menyasar kamp pengungsi dan pusat kota Gaza dalam beberapa hari terakhir menjadi penyumbang terbesar jumlah korban jiwa terbaru.

Di Khan Younis, sebuah serangan udara Israel menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya di kawasan pesisir Muwasi. Wilayah Muwasi sendiri merupakan area kamp tenda luas yang menampung ratusan ribu pengungsi Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat perang.

Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan seorang anggota kelompok militan, meski mereka tidak memberikan keterangan lebih rinci mengenai identitas sosok yang dimaksud. Pihak Israel bersikeras akan terus melakukan operasi militer guna menekan Hamas dan memperluas kendali wilayah di Jalur Gaza.

Kedua belah pihak saat ini saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang ada. Sementara itu, total korban tewas sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023 di Gaza telah melampaui 73.000 orang berdasarkan catatan otoritas kesehatan setempat.

Data tersebut dikumpulkan oleh para tenaga medis profesional dan diakui kredibilitasnya oleh komunitas internasional. Perang besar ini dipicu oleh serangan pimpinan Hamas ke wilayah selatan Israel yang menewaskan 1.200 orang dan penyanderaan terhadap 251 orang lainnya.

Sebagai tanggapan, pemerintah Israel meluncurkan operasi ofensif berskala besar di Gaza dengan tujuan menghancurkan kekuatan Hamas. Fokus utama mereka adalah membebaskan para sandera yang hingga kini masih berada di tangan kelompok militan tersebut.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update