Anthropic Luncurkan Claude Fable 5.1 dan Mythos 5.1 dengan Kemampuan Coding Tinggi

Anthropic resmi memperkenalkan dua model kecerdasan buatan teranyar mereka, yakni Claude Fable 5.1 dan Claude Mythos 5.1. Keduanya dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam tugas pemrograman, riset ilmiah, hingga pekerjaan berbasis pengetahuan yang kompleks.
Perusahaan pengembang AI yang berbasis di San Francisco ini menyatakan kedua model tersebut merupakan teknologi paling canggih yang pernah mereka ciptakan. Peningkatan performa menjadi fokus utama dalam pembaruan kali ini untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin menuntut akurasi tinggi.
Claude Fable 5.1 kini dapat diakses secara luas oleh pengguna umum melalui platform Claude maupun API. Sementara itu, varian Mythos 5.1 menerapkan pembatasan akses yang lebih ketat. Model ini hanya tersedia bagi organisasi terpilih yang bergerak di sektor sensitif, seperti keamanan siber dan ilmu hayati, melalui program akses tepercaya.
Peningkatan kemampuan pada Fable 5.1 terlihat mencolok pada hasil pengujian teknis internal perusahaan. Dalam tes Terminal-Bench 4.0 yang mengukur kecakapan coding, model ini mencatatkan skor 55,8 persen, jauh melampaui capaian Fable 5 yang berada di angka 42 persen.
Bahkan, hasil ini juga mengungguli model Claude Opus 5 yang sebelumnya memegang skor 52,3 persen. Tidak hanya coding, kemampuan model ini dalam menjalankan tugas berbasis agen AI atau AutomationBench turut melonjak drastis dari 17,1 persen menjadi 31,4 persen.
Perlu dipahami bahwa Terminal-Bench adalah tolok ukur atau benchmark standar untuk menguji kemampuan AI dalam menulis, mengedit, dan menjalankan skrip pemrograman di lingkungan terminal komputer secara mandiri. Meskipun hasil ini mengesankan, angka tersebut masih berasal dari pengujian internal Anthropic dan belum melalui audit independen pihak ketiga.
Selain peningkatan fungsionalitas, Anthropic melakukan penyesuaian biaya operasional yang cukup signifikan. Biaya untuk membaca data cache dipangkas dari USD 1 menjadi USD 0,25 per satu juta token, yang setara dengan sekitar Rp3.900 per satu juta token.
Penurunan harga sebesar 75 persen ini memberikan dampak besar bagi pengembang yang kerap memproses dokumen panjang atau basis kode yang berulang. Sementara itu, tarif standar API tetap dipatok pada harga USD 10 atau sekitar Rp156.000 untuk satu juta token input dan USD 50 atau sekitar Rp780.000 per satu juta token output.
Secara keseluruhan, Anthropic memproyeksikan efisiensi biaya penggunaan Fable 5.1 mencapai 25 persen lebih murah dibanding generasi sebelumnya. Angka penghematan tersebut bahkan bisa menembus 45 persen untuk beban kerja intensif.
Sistem pengamanan baru juga disematkan untuk menekan angka kesalahan deteksi atau false positive hingga 60 persen, khususnya di bidang keamanan siber. Fable 5.1 kini memiliki izin untuk membantu mendeteksi celah kerentanan perangkat lunak, meskipun tetap dibatasi agar tidak disalahgunakan untuk eksploitasi berbahaya.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)







