BMKG Selidiki Dugaan Gas Metana Danau Purba Terkait Dentuman di Bandung

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kota Bandung menyatakan suara dentuman yang sempat menggegerkan masyarakat di Bandung Raya pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari diduga bersumber dari aktivitas gas metana di kawasan Danau Purba.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, menyebutkan dugaan tersebut muncul setelah pihaknya meninjau berbagai literatur yang mengaitkan fenomena skyquake atau gempa langit dengan pelepasan gas alam bawah tanah. Meski demikian, ia menegaskan status temuan ini masih sebatas hipotesis awal yang memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui penelitian mendalam.
Fenomena ini sempat memicu tanda tanya besar bagi warga karena terdengar cukup jelas di wilayah Bandung Raya.
Suaidi menjelaskan bahwa berdasarkan hasil monitoring instrumen BMKG, tidak ditemukan adanya anomali fisik di sekitar wilayah Bandung pada waktu kejadian. Data satelit, aktivitas magnetik, pergerakan awan, hingga pantauan petir menunjukkan kondisi yang normal tanpa gangguan yang signifikan.
Pihak BMKG sempat menaruh curiga pada aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang tercatat memiliki konsentrasi petir cukup tinggi pada saat bersamaan. Namun, kemungkinan tersebut dibantah oleh analisis jarak dan kondisi meteorologi wilayah sekitar.
Suaidi memaparkan bahwa jika suara tersebut berasal dari letusan gunung api, semestinya wilayah lain yang posisinya lebih dekat dengan sumber letusan, seperti Bogor atau Jakarta, juga melaporkan fenomena serupa. Selain itu, faktor arah angin pada saat kejadian pun dinilai tidak mendukung perambatan suara hingga ke wilayah Bandung.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor













