Gerak Jalan Tajemtra Jember Cetak Rekor dengan 26 Ribu Peserta

Sebanyak 26 ribu peserta memadati garis start dalam ajang Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional atau Tajemtra di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/9).
Jumlah peserta tahun ini melampaui capaian periode sebelumnya secara signifikan. Sebagai perbandingan, kegiatan serupa pada 2024 mencatatkan 15.155 pendaftar, sementara pada 2025 tercatat sebanyak 15.171 orang.
Para peserta memulai perjalanan dari Alun-alun Jember tepat pukul 13.00 WIB. Mereka menempuh lintasan sejauh 30 kilometer yang menghubungkan wilayah Tanggul menuju pusat Kota Jember.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Jember, Regar Jeane, menyatakan bahwa lonjakan partisipasi ini mencerminkan posisi kegiatan tersebut sebagai identitas budaya lokal. Menurutnya, Tajemtra kini bukan sekadar perlombaan olahraga fisik bagi masyarakat.
Regar menyebut bahwa pesan dari Bupati Jember menekankan agar tradisi ini terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi khalayak luas. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kebersamaan serta mendorong kreativitas masyarakat Jember secara kolektif.
Selain aspek kebudayaan, penyelenggaraan ini diharapkan memberikan stimulus positif bagi sektor ekonomi lokal. Kehadiran ribuan peserta yang diikuti oleh keluarga serta pendukung di sepanjang jalur rute menciptakan perputaran uang bagi para pelaku usaha kecil dan menengah.
Pedagang makanan, minuman, hingga sektor jasa di sepanjang lintasan Tanggul hingga Jember memperoleh keuntungan langsung dari padatnya arus massa. Pemerintah daerah ingin memastikan perhelatan ini benar-benar menjadi pesta rakyat yang manfaat ekonominya dirasakan masyarakat kecil.
Perjalanan panjang Tajemtra sendiri memiliki akar sejarah yang cukup panjang di wilayah ini. Kegiatan ini pertama kali diinisiasi pada 1977 dan terus berlanjut hingga memasuki usia hampir setengah abad.
Seiring berjalannya waktu, rute tersebut menjadi saksi konsistensi masyarakat dalam memelihara semangat gotong royong. Generasi demi generasi terus merawat tradisi berjalan kaki sebagai wujud kebanggaan terhadap daerahnya.
Regar mengungkapkan bahwa kekuatan utama ajang ini terletak pada fungsinya sebagai ruang perjumpaan bagi berbagai lapisan masyarakat tanpa sekat. Pelajar, komunitas, hingga aparatur sipil negara melebur di jalur yang sama demi mencapai garis finis.
Filosofi perjalanan dari Tanggul menuju Jember melambangkan nilai ketahanan dan konsistensi. Untuk mencapai titik akhir, para peserta dituntut memiliki kerja sama tim serta saling menguatkan di tengah medan yang menantang.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor











