Iran Peringatkan Warga AS Terkait Wacana Perekrutan Militer Berkedok Utang

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, meminta masyarakat Amerika Serikat untuk menolak tawaran perekrutan militer yang mengaitkan pelunasan utang pribadi dengan keterlibatan dalam konflik bersenjata melawan Iran.
Imbauan tersebut disampaikan Baghaei melalui platform media sosial X pada Sabtu (5/9) sebagai respons atas sebuah opini yang terbit di media Israel, The Jerusalem Post. Gagasan yang tertuang dalam tulisan tersebut memicu perhatian luas karena menyarankan pemanfaatan beban ekonomi warga AS sebagai alat mobilisasi perang.
Wacana yang dimaksud adalah menawarkan penghapusan utang pinjaman pendidikan atau student loan serta utang kartu kredit kepada warga AS yang bersedia bergabung ke dalam militer. Strategi ini ditujukan untuk menyokong kebutuhan personel dalam medan pertempuran yang sedang berlangsung.











