Kadang Seseorang yang Kamu Tunggu Tak Pernah Datang, dan Kamu Hanya Perlu Menjadi Rumah Bagi yang Menemukanmu

Kamu pasti pernah diam-diam menulis daftar kriteria pasangan hidup di kepala, berharap suatu hari semesta mengirimkannya tepat di depan pintu rumahmu. Tapi kenyataannya, orang yang datang justru sering kali jauh dari bayangan indah itu.
Wajar kok kalau kamu merasa kecewa saat realita tidak berjalan sesuai rencana matangmu. Kita semua pernah berada di titik itu, merasa lelah karena terus-terusan mencari sosok terbaik yang rasanya hanya ada di dalam mimpi. Kamu tidak sendirian dalam kebingungan ini, karena hampir semua orang juga sedang pura-pura tahu apa yang mereka cari.
Daftar Kriteria Itu Kadang Menipu
Kita terlalu sibuk mengejar bayangan.
Kita menetapkan standar yang begitu tinggi, seolah sedang menyusun spesifikasi barang elektronik di toko online. Sampai-sampai, kita lupa kalau hubungan itu dijalani oleh dua manusia biasa yang punya banyak celah dan cela.
Akhirnya kamu sadar bahwa orang yang kamu tunggu tidak pernah benar-benar ada di dunia nyata. Dia yang kamu anggap sempurna mungkin sedang sibuk mencari orang lain yang juga dia anggap sempurna. Sementara di sini, kamu justru melewatkan banyak ketulusan yang mengetuk pintu hatimu tanpa suara.
Mungkin Kamulah Jawaban Doanya
Bagaimana kalau polanya kita balik?
Saat kamu tidak menemukan sosok terbaik sesuai kriteriamu, bisa jadi semesta sedang menaruhmu di posisi yang berbeda. Kamu dikirim bukan untuk mencari, melainkan untuk menjadi pelabuhan terbaik bagi seseorang yang sudah lama tersesat dalam pencariannya. Dia melihat semua kurangmu sebagai bagian dari keindahan yang ingin dia jaga selamanya.
Menjadi yang terbaik bukan berarti kamu harus berubah jadi manusia tanpa cacat untuk menyenangkan hatinya. Ini cuma tentang bagaimana kamu memilih untuk hadir sepenuhnya, menerima dia apa adanya, dan belajar bertumbuh bersama lewat cara-cara yang sederhana.
Belajar Menerima yang Sudah Ada
Jadi, tidak perlu lagi meratapi sosok ideal yang tidak pernah datang menghampiri hidupmu. Lepaskan lelahmu, lalu tengoklah orang yang saat ini sedang berjuang keras untuk terus berada di sisimu. Lagipula, akhir yang bahagia tidak selalu tentang mendapatkan apa yang kita mau, tapi tentang bagaimana kita menghargai apa yang sudah kita miliki.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor
















