
Kamu pernah tidak, merasa lelah sekali sampai rasanya ingin berhenti tapi takut menyesal? Kamu sudah berusaha keras menaruh seluruh energimu untuknya, tapi dia seolah tidak pernah benar-benar melihat itu.
Rasanya memang sesak. Kamu mulai bertanya pada diri sendiri apa kurangnya kamu, atau mungkin apa lagi yang harus kamu lakukan supaya dia akhirnya sadar bahwa kamu ada di sini untuknya.
Cinta memang butuh perjuangan, tapi bukan berarti kamu harus memikul beban itu sendirian. Perjuangan itu seharusnya menjadi jembatan dua arah, bukan jalan buntu yang cuma kamu lewati setiap malam.
Coba ingat lagi, apakah usahamu selama ini dihargai atau justru dianggap angin lalu. Kalau dia saja tidak peduli dengan caramu bertahan, mungkin sudah saatnya kamu sadar bahwa dia bukan orang yang tepat untuk menerima semua pengorbananmu itu.
Banyak orang bilang cinta itu soal komitmen, tapi sebenarnya lebih ke soal pembuktian yang nyata. Kata manis bisa diucapkan siapa saja saat sedang bahagia, namun bukti kesungguhan baru terlihat saat keadaan sedang tidak baik-baik saja.
Kamu tidak butuh janji manis yang tidak berujung. Kamu butuh seseorang yang tidak membiarkanmu menebak-nebak posisimu, seseorang yang mau berdiri di sampingmu saat semuanya terasa berat.
Menyadari bahwa kamu tidak pantas diperlakukan seperti pilihan kedua bukanlah kekalahan. Itu justru kemenangan kecil untuk dirimu sendiri, karena kamu akhirnya memilih untuk berhenti menghabiskan waktu pada orang yang salah.
Sekarang, tarik napas dalam-dalam dan lepaskan beban yang selama ini kamu paksakan. Kamu berhak mendapatkan cinta yang tidak membuatmu lelah untuk terus meyakinkan siapa dirimu, karena cinta yang benar seharusnya membuatmu merasa aman, bukan malah merasa cemas setiap hari.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor