Ketika Kamu Gak Rela Dia Bahagia Sama yang Lain, tapi Cuma Bisa Diam Tanpa Berani Bersuara

Melihat instastory-nya lewat dengan pacar barunya rasanya kayak ada yang mendadak runtuh di dalam dada. Bohong banget kalau kamu bilang ikut senang demi kebahagiaan dia sekarang.
Wajar kok kalau sekarang kamu merasa sesak dan diam-diam mengumpat dalam hati karena belum bisa menerima kenyataan ini. Kamu nggak jahat hanya karena merasa gak rela kamu bahagia sama yang lain, itu cuma reaksi jujur dari hati yang masih terluka. Kita semua pernah di sana, pura-pura tegar padahal malamnya menangis sampai ketiduran.
Kok Bisa Secepat Itu, Sih?
Dia tampak sangat baik-baik saja tanpa kamu di sisinya.
Sementara kamu di sini masih terseok-seok merapikan pecahan hati, dia sudah bisa menggandeng orang baru dengan tawa yang sama persis seperti dulu. Rasanya tidak adil melihat betapa mudahnya dia menghapus semua kenangan yang kalian bangun bersama selama ini.
Kamu ingin sekali mengetik pesan panjang, menanyakan bagaimana bisa dia melupakan segalanya dalam waktu sekejap saja. Tapi jari-jarimu selalu berhenti di tombol kirim karena tahu tidak ada jawaban yang bisa memuaskan rasa sakitmu. Kamu cuma bisa diam dan menelan semua pertanyaan itu sendirian di kamar.
Cuma Bisa Diam Karena Takut
Kamu takut terlihat menyedihkan di matanya yang sekarang sudah bahagia.
Mengaku bahwa kamu cemburu dan tidak rela hanya akan membuatmu terlihat belum selesai dengan masa lalu, padahal dia sudah melangkah jauh ke depan. Jadi kamu memilih mematikan ponsel, memasang topeng paling tenang seolah hidupmu juga sudah berjalan normal seperti biasa.
Padahal sebenarnya diammu itu bukan karena kamu lemah atau kalah dari pacar barunya yang sekarang. Itu adalah caramu melindungi sisa-sisa harga diri yang masih kamu miliki setelah semuanya hancur berantakan. Kamu sadar bahwa memprotes kebahagiaannya tidak akan pernah bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik untuk kalian.
Lepaskan Perlahan Demi Dirimu Sendiri
Merasa gak rela itu sangat manusiawi, tapi jangan biarkan rasa pahit ini menahan langkahmu di tempat yang sama selamanya. Suatu hari nanti, kamu akan melihat foto bahagianya tanpa rasa sesak lagi, hanya sebagai lembaran lama yang sudah selesai. Sekarang, tarik napas dalam-dalam, matikan ponselmu sebentar, dan mulailah belajar menyayangi dirimu sendiri lagi.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













