Kiper Baru Hearts, Beau Reus, Siapkan Mental Hadapi Atmosfer Sengit Derby Edinburgh

Kiper anyar Heart of Midlothian, Beau Reus, menyatakan kesiapannya untuk menghadapi atmosfer penuh tekanan dalam derby Edinburgh melawan Hibernian. Pertandingan krusial ini akan bergulir di markas Hibernian, Easter Road, Leith, pada Kamis malam waktu setempat.
Laga ini menjadi sorotan setelah kedua tim melakukan perombakan besar-besaran di skuad mereka. Hearts, di bawah pelatih baru Wouter Vrancken yang menggantikan Derek McInnes sejak Juni, telah mendatangkan 13 pemain baru. Di sisi lain, Hibernian memperkuat pasukannya dengan delapan rekrutan anyar di bawah arahan pelatih David Gray, menyusul keberhasilan mereka lolos ke Liga Konferensi UEFA.
Reus, yang sebelumnya merumput di liga Belgia, tidak asing dengan tensi tinggi pertandingan derbi dan permusuhan dari pendukung lawan.
"Musuh. Saya masih ingat seperti kemarin, itu selalu terasa berbeda," ujar Reus, menggambarkan intensitas derbi yang pernah ia lakoni. "Sebagai pemain, kamu tidak bisa ke daerah lawan; seorang rekan pernah pergi ke sana dengan pacarnya dan saat kembali, mobilnya hancur total."
Ia menambahkan bahwa mobil rekan setimnya, David Hrnčár, bahkan rusak parah hingga diduga dibakar oleh pendukung lawan. "Mereka benar-benar membenci kami, tapi saya suka ketika tim lawan benci saya," tegasnya, menunjukkan mentalitasnya. "Saya tidak peduli, mereka bisa mengejek atau berteriak, asal tidak melempar benda berbahaya, kami akan baik-baik saja."
Pengalaman masa lalu ini menjadi bekal berharga bagi Reus untuk menghadapi derbi yang dikenal keras dan penuh emosi, bahkan sampai mendapatkan peringatan dari tukang cukurnya.
"Sejujurnya saya belum pernah ke daerah itu karena tukang cukur saya bilang lebih baik tidak," kata Reus, mengindikasikan kehati-hatiannya. "Jadi saya akan tetap di sisi ini, tapi saya sangat menantikan pertandingan ini."
Beberapa pemain senior Hearts, seperti Blair Spittal dan Stuart Findlay, telah memberikan informasi mengenai urgensi laga derbi ini kepada Reus. Mereka menekankan signifikansi dan sejarah rivalitas antara kedua klub tersebut.
"Mereka bilang ini pertandingan besar. Memang besar, tapi kami sudah memainkan beberapa pertandingan besar sebelumnya," ujar Reus, merujuk pada pengalaman timnya.
Hearts sendiri baru saja melalui serangkaian laga penting di kancah Eropa, termasuk melawan klub-klub kuat seperti Sturm Graz, Benfica, dan Rapid Vienna. Mereka berhasil melampaui babak kualifikasi melalui adu penalti untuk mengamankan tempat di Liga Konferensi UEFA musim ini. Prestasi ini menumbuhkan kepercayaan diri tim dalam menghadapi tekanan laga-laga krusial.
Reus menjelaskan bahwa atmosfer derbi lebih terasa sebelum pertandingan dibandingkan saat berada di lapangan. "Di awal pertandingan, saat pemanasan, kamu merasakan atmosfer," ujarnya. "Tapi saat bermain, suaranya mereda dan kamu fokus pada permainan."
Meskipun baru-baru ini menjadi sorotan karena berhasil menyelamatkan dua tendangan penalti, Reus tetap merendah. Ia bertekad untuk membuktikan kemampuannya lebih jauh dan membanggakan para pendukung Hearts.
"Saya bukan pahlawan. Saya harus membuktikan lebih dari itu," ungkapnya, menegaskan komitmennya. "Orang-orang di sini baik dan bersemangat, itu yang membuat saya bahagia." Ia menambahkan, "Saya bermain bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk membuat orang bangga.
Saya ingat saat wawancara pertama, saya bilang ingin membuat orang bangga dengan kiper nomor satu. Saya senang bisa membuat mereka bangga dan bahagia, itu perasaan terbaik."
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor








