Ledger Pastikan Kasus DANA Hilang Terkait Penjual Kripto Ini

Perusahaan dompet perangkat keras (hardware wallet) Ledger mengumumkan bahwa semua kasus yang terkonfirmasi dalam insiden pengurasan dana yang terjadi pekan lalu terkait dengan perangkat yang dijual melalui reseller CryptoBilis. Pihak Ledger menegaskan sistem internal dan jalur penjualan langsung mereka tetap aman dan tidak terpengaruh sama sekali.
Dalam pembaruan yang dirilis pada Minggu (24/3/2024), Ledger menyatakan bahwa jumlah perangkat yang terdampak terbatas. Perusahaan asal Paris ini sedang bekerja sama dengan otoritas terkait dan menghubungi pengguna yang terdampak.
CryptoBilis sendiri telah mengonfirmasi bahwa mereka telah menghentikan seluruh penjualan dompet perangkat keras mereka. Insiden ini mulai diselidiki Ledger pada Jumat (22/3/2024) setelah sejumlah pengguna di Asia Tenggara yang membeli perangkat dari CryptoBilis melaporkan kehilangan dana mereka.
Seorang penyelidik on-chain, Specter, menelusuri lebih dari USD 86 juta (sekitar Rp1,3 triliun) dalam dugaan pencurian yang tersebar di jaringan Ethereum, Tron, dan Bitcoin. Ledger belum mengonfirmasi angka pasti tersebut maupun penyebab kerugian yang dialami para pengguna.
Lebih lanjut, tim penyelidik on-chain YFarmX melaporkan telah mengirimkan daftar lebih dari 450 dompet yang terdampak kepada Ledger. Analisis mereka menunjukkan bahwa pelaku memindahkan 2.810 ETH melalui mixer koin Tornado Cash dalam tiga tahap. Pelaku kemudian melanjutkan pergerakan dana melalui Zcash's shielded pool, sebelum menarik sekitar 3,28 juta USDC ke dalam tiga dompet baru yang berpotensi untuk dibekukan oleh Circle, penyedia stablecoin USDC.
Pelaku juga dilaporkan telah mengonversi 15 juta USDT curian menjadi USDD, sebuah stablecoin yang tidak dapat dibekukan oleh Tether. Setelah itu, pelaku menukar kembali 5,1 juta USDT dan mengirimkan sekitar 4,23 juta USDT ke alamat deposit Binance, menurut YFarmX. Perusahaan Tether sendiri telah membekukan 10 juta USDT pada hari pertama, sementara 15.475 ETH, 203 BTC, dan 10 juta USDD masih belum terjangkau.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor
















