Liga Europa: Spalletti Minta Juventus Dewasa usai Takluk dari Lazio

Pelatih Juventus Luciano Spalletti meminta timnya menunjukkan respons nyata dan sikap dewasa dalam laga Liga Europa melawan klub asal Prancis, Rennes, Kamis (22/10/2026) malam. Tuntutan ini mengemuka setelah Si Nyonya Tua menelan kekalahan telak 0-3 dari Lazio di kandang sendiri pada ajang Serie A akhir pekan lalu.
Hasil buruk di kompetisi domestik tersebut menahan posisi Juventus di peringkat kedelapan klasemen sementara.
Kendati terseok di liga domestik, penampilan klub asal kota Turin itu di pentas Eropa sejauh ini masih tergolong impresif. Juventus berhasil mengamankan enam poin sempurna dari dua laga awal usai menundukkan NEC Nijmegen dan Celta Vigo. Raihan tersebut mengantarkan skuad asuhan Spalletti berada di puncak klasemen sementara fase grup Liga Europa.
Spalletti menegaskan bahwa kekalahan dari Lazio harus menjadi momentum pembenahan secara internal. Ia telah menggelar diskusi terbuka bersama seluruh anggota tim guna mengevaluasi kelemahan yang ada.
"Kemenangan tentu membuat siapa pun merasa sangat senang, namun saat ini kami masih tertinggal dan belum meraih hasil yang diinginkan," ujar Spalletti dalam sesi konferensi pers.
Juru taktik berusia 67 tahun itu menekankan pentingnya respons kolektif dari seluruh elemen tim. Menurutnya, perbaikan kinerja lapangan bukan hanya tanggung jawab pemain, melainkan juga staf pelatih.
Dalam pertemuan internal pascamatch tersebut, Spalletti memberi ruang bagi para pemain untuk menyampaikan pandangan mereka secara terbuka. Ia mengaku optimistis melihat kejujuran serta komitmen yang ditunjukkan anak asuhnya untuk segera bangkit. Keterbukaan ini diharapkan mampu mengembalikan kestabilan performa tim dalam mengarungi jadwal kompetisi yang padat.
Menghadapi Rennes, Spalletti mewanti-wanti agar timnya tidak terjebak dalam permainan individualistis.
Rennes dikenal memiliki transisi permainan cepat yang berpotensi menyulitkan lini pertahanan lawan jika tidak diantisipasi dengan baik. Spalletti meminta seluruh pemain bekerja sebagai satu kesatuan utuh demi menjaga kedisiplinan taktik sepanjang 90 menit. Kematangan dalam mengambil keputusan di lapangan menjadi kunci utama untuk meredam perlawanan utusan Ligue 1 tersebut.
"Saya meminta tim agar lebih matang dalam mempertimbangkan berbagai hal, tidak terlalu impulsif, dan tidak terlalu individualistis," kata mantan pelatih Napoli tersebut. Ia menambahkan bahwa dominasi kolektif di setiap fase permainan merupakan prasyarat mutlak untuk mengamankan poin penuh.
Tambahan tiga angka dari laga kontra Rennes akan semakin memantapkan posisi Si Nyonya Tua di babak gugur.
Keinginan serupa diungkapkan oleh penyerang Juventus, Randal Kolo Muani, yang menilai pertandingan ini bernilai sangat penting bagi moral tim. Pemain asal Prancis tersebut menegaskan bahwa meraih kemenangan tiga kali beruntun di Liga Europa menjadi target utama seluruh pemain. Meski begitu, ia menyadari bahwa mengalahkan Rennes bukanlah pekerjaan yang mudah.
"Saat menghadapi Rennes, kami mengincar kemenangan ketiga di Liga Europa, meskipun kami tahu itu tidak akan mudah," tutur Kolo Muani.
Ia menambahkan bahwa seluruh anggota tim siap mengerahkan kemampuan terbaik di lapangan sejak menit awal. Konsistensi permainan menjadi fokus utama agar Juventus tidak kembali terpeleset di hadapan pendukungnya sendiri.
Laga melawan Rennes juga menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad Spalletti di tengah padatnya jadwal Eropa dan domestik. Manajemen rotasi pemain diperkirakan akan memegang peranan vital untuk menjaga kebugaran fisik para pilar utama. Hasil positif pada laga ini tidak hanya mengamankan langkah di Eropa, tetapi juga menjadi modal berharga untuk memperbaiki posisi mereka di Serie A.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380266/original/038822100_1792663944-000_D3ZC226.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379861/original/083782900_1792649952-Cesc_Fabregas_.jpg)








