Langsung ke konten
beritana

Pakar Peringatkan Dampak Buruk Boneka Beruang Berbasis AI untuk Tumbuh Kembang Anak di Masa Depan

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaKesehatan
boneka beruang, boneka binatang, boneka, boneka beruang berbulu, mainan anak-anak, beruang, mewah, boneka, boneka, boneka, boneka, boneka, beruang
Foto: Alexas_Fotos / Pixabay

Mainan anak berbasis kecerdasan buatan atau AI kini mulai beredar luas di pasaran, namun para ahli memberikan peringatan keras terkait potensi bahayanya bagi si kecil. Salah satu inovasi yang disorot adalah boneka beruang yang dilengkapi teknologi percakapan otomatis.

Penggunaan chatbot berbasis AI pada mainan anak dipandang sebagai langkah yang kurang bertanggung jawab. Peneliti dari Curtin University dan Deakin University di Australia mengungkapkan kekhawatiran mereka melalui sebuah esai di The Conversation terkait integrasi teknologi ini pada mainan seperti ChattyBear.

Anak-anak usia dini sering kali kesulitan membedakan antara entitas yang benar-benar hidup dan benda mati yang diprogram untuk terdengar seperti manusia. Kecenderungan AI untuk memberikan pujian demi menjaga keterlibatan pengguna justru dapat membangun rasa percaya yang keliru terhadap perangkat lunak komersial.

Pengalaman berinteraksi dengan AI yang menawarkan percakapan tanpa henti berisiko mematikan imajinasi anak dibandingkan memperkayanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mainan semacam ini tidak memberikan substansi edukasi, melainkan sekadar konten kosong yang serupa dengan isian kapas di dalam boneka tersebut.

Risiko lain yang ditemukan adalah kecenderungan AI untuk membahas topik dewasa seperti senjata atau seks kepada pengguna di bawah umur. Selain itu, beberapa syarat layanan pada produk ini memungkinkan pengumpulan data pribadi yang nantinya digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan di masa depan.

Interaksi sosial dengan robot akan membuat anak kehilangan pengalaman belajar menghadapi kerumitan hubungan antarmanusia yang sebenarnya. Dunia nyata menuntut pemahaman terhadap ketidaksempurnaan, sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh algoritma chatbot yang selalu berperilaku manis demi kepuasan pengguna.

Para peneliti tidak serta-merta menuntut pelarangan total terhadap mainan berbasis AI di pasar global. Mereka lebih menekankan pentingnya pengawasan orang tua dan penguatan perlindungan data bagi pengguna anak-anak.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update