Pengembang XRP Ledger Perbaiki Protokol Pinjaman Sebelum Resmi Diluncurkan

Pengembang jaringan XRP Ledger melakukan langkah antisipasi dengan memperbaiki fitur protokol pinjaman mereka sebelum layanan tersebut resmi beroperasi.
Tim pengembang merilis pembaruan kode bernama LendingProtocolV1_1 untuk memperbaiki celah pada sistem awal. Langkah ini diambil saat usulan fitur sebelumnya masih menunggu persetujuan dari para validator jaringan.
Protokol pinjaman ini dirancang sebagai fondasi keuangan terdesentralisasi atau DeFi yang memungkinkan pinjaman tanpa agunan dengan jangka waktu tetap. Sebagai informasi, DeFi merupakan sistem keuangan berbasis blockchain yang beroperasi tanpa perantara konvensional seperti bank.
Alih-alih meluncurkan sistem yang cacat, pengembang memilih untuk menerapkan perbaikan sejak dini melalui amandemen tambahan. Dokumentasi teknis jaringan kini mencantumkan kedua amandemen tersebut sebagai syarat wajib sebelum fitur dapat diaktifkan secara menyeluruh.
Metode pembaruan di XRP Ledger memang memerlukan konsensus luas untuk diterapkan. Setiap fitur baru harus mendapatkan dukungan minimal 80 persen dari validator tepercaya selama periode dua minggu agar bisa diintegrasikan ke dalam ekosistem.
Karena kode awal belum memenuhi ambang batas persetujuan tersebut, patching melalui amandemen kedua dianggap sebagai solusi tepat. Strategi ini mencegah peluncuran sistem bermasalah ke jaringan utama yang kemudian memerlukan perbaikan darurat di masa depan.
Protokol ini secara spesifik dirancang untuk model kredit institusional, bukan sistem likuidasi agunan yang lazim ditemukan di dunia DeFi saat ini. Sistem mengandalkan penjaminan pihak ketiga untuk memverifikasi peminjam serta menerapkan modal kerugian awal sebagai penyangga jika terjadi gagal bayar.
Penerbit pinjaman juga tetap memegang kendali penuh atas kepatuhan regulasi. Mereka memiliki wewenang untuk membekukan akun atau menarik kembali dana jika ditemukan aktivitas yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
Pendekatan hati-hati ini muncul setelah pengembang baru saja memperbaiki celah kritis pada mesin pembayaran XRP Ledger. Celah tersebut sempat berpotensi memungkinkan pihak tidak bertanggung jawab untuk memalsukan aset XRP sebelum akhirnya ditemukan dan ditambal oleh peneliti keamanan.
Fitur pinjaman ini merupakan bagian dari upaya pengembangan ekosistem yang lebih luas pada XRP Ledger. Jaringan ini kini tengah fokus membangun infrastruktur pasar keuangan yang selama ini dianggap masih kurang lengkap dibandingkan platform pesaing lainnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor













