Resmikan Pabrik Baru di Subang, BYD Mulai Rakit Mobil Listrik Lokal

Produsen otomotif asal China, BYD, resmi memulai babak baru penetrasi pasar di Asia Tenggara dengan meresmikan pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat. Langkah strategis ini menandai transisi besar perusahaan dari importir kendaraan utuh menjadi produsen lokal di Indonesia.
Fasilitas manufaktur modern yang berdiri di atas lahan industri tersebut dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp11,7 triliun atau sekitar USD 750 juta. Dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun, pabrik ini diproyeksikan menjadi pusat perakitan utama untuk pasar domestik maupun ekspor. Operasional pabrik ini juga diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta mempercepat transfer teknologi otomotif ramah lingkungan di tanah air.
Kehadiran pabrik ini sekaligus menjawab komitmen BYD untuk memenuhi syarat tingkat komponen dalam negeri setelah sebelumnya mengandalkan fasilitas insentif impor dari pemerintah.
Sebelumnya, transisi dari skema impor utuh menuju perakitan lokal sempat memicu dinamika tersendiri pada angka distribusi kendaraan ke dealer. Penurunan volume pengiriman yang terjadi beberapa bulan lalu disinyalir merupakan bagian dari penyesuaian stok menjelang operasional pabrik baru ini.
Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, membenarkan adanya fluktuasi pasar selama masa transisi tersebut. Menurut dia, penurunan angka distribusi pada April dan Mei 2026 disebabkan oleh langkah perusahaan dalam membersihkan sisa stok pengapalan akhir tahun sebelumnya. Proses penyesuaian portofolio ini lumrah terjadi agar dealer siap menerima unit rakitan dalam negeri, jelas Luther saat ditemui di sela acara peresmian.
Unit perdana yang keluar dari lini produksi Subang mencakup model BYD M6, varian hibrida BYD M6 Dual Mode, serta model Atto 1.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor












