Kinerja Penjualan ERAA Tumbuh 6 Persen pada Semester Pertama 2026

PT Erajaya Swasatya Tbk (ERAA) mencatatkan kinerja penjualan ERAA yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026. Emiten distributor gawai ini sukses membukukan volume penjualan telepon seluler sebanyak 5,35 juta unit atau tumbuh 6 persen secara tahunan.
Pencapaian ini tergolong impresif lantaran pasar ponsel pintar global sedang lesu akibat kelangkaan chip memori yang memicu koreksi pasar sebesar 7 persen. Kelangkaan komponen tersebut sempat memicu kekhawatiran rantai pasok global akan mengganggu distribusi di negara berkembang. Namun, kekuatan jaringan distribusi domestik membuat perusahaan mampu memitigasi risiko hambatan tersebut dengan sangat baik.
Selain volume yang meningkat, rata-rata harga jual perangkat seluler yang ditawarkan perusahaan juga melonjak sebesar 10 persen.
Kenaikan harga rata-rata ini mendorong total pendapatan perusahaan melambung hingga 22,4 persen. Pertumbuhan pendapatan yang masif tersebut otomatis mengatrol laba bersih perseroan secara signifikan. Hingga Juni 2026, laba bersih emiten berkode saham ERAA ini melejit hingga 44 persen hingga mencapai angka Rp872 miliar.
Di sisi lain, ekspansi bisnis ritel non-gawai lewat unit usaha Erablue juga mulai membuahkan hasil positif. Erablue merupakan lini bisnis patungan yang berfokus pada penjualan produk elektronik rumah tangga.
Unit usaha baru ini mencatatkan pertumbuhan penjualan di toko yang sama atau Same Store Sales Growth sebesar 15,9 persen untuk periode Januari hingga Juli 2026.
Tidak hanya itu, pendapatan Erablue bahkan meroket hingga 89 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian menilai performa bisnis yang cemerlang ini mencerminkan kokohnya fundamental bisnis perusahaan. Christofer berpendapat bahwa perlambatan indikator penjualan yang sempat terjadi sebelumnya hanyalah dinamika musiman belakangan ini.
Menurut analisisnya, kondisi tersebut disebabkan oleh tingginya basis pembanding tahun lalu akibat penundaan peluncuran iPhone 16, bukan karena pelemahan daya beli masyarakat.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor














