Langsung ke konten
beritana
Breaking

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Jurnalis Al Jazeera dan Warga Sipil

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaWorld
Israeli strikes kill six people in Gaza including Al Jazeera cameraman, officials say
Victims are brought to Al-Shifa Hospital for funeral procedures in Gaza City

Serangan udara militer Israel di Gaza menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk seorang juru kamera dari media Al Jazeera dan seorang anak kecil.

Pihak Al Jazeera menyatakan kecaman keras atas tewasnya koresponden mereka, Ahmed Wishah, dalam serangan di sebuah rumah di Gaza tengah pada Sabtu lalu. Al Jazeera menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan bagian dari kebijakan sistematis untuk membungkam jurnalis.

Militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), melontarkan tuduhan bahwa Wishah merupakan anggota sayap militer Hamas yang bertugas sebagai penembak jitu. Mereka mengklaim Wishah telah menyusun rencana serangan terhadap pasukan Israel dalam beberapa bulan terakhir, namun pihak IDF tidak menyertakan bukti pendukung atas tuduhan tersebut.

Di sisi lain, empat anggota keluarga tewas dalam serangan terpisah di lingkungan Sabra, Gaza City, pada malam hari. Kerabat korban menegaskan bahwa keluarga tersebut merupakan warga sipil yang tidak memiliki kaitan sama sekali dengan kelompok Hamas.

Data dari kementerian kesehatan Gaza, yang diakui kredibilitasnya oleh PBB, mencatat sebanyak 1.007 orang telah tewas sejak gencatan senjata disepakati Oktober lalu. Kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut tetap memprihatinkan karena 70 persen penduduk masih membutuhkan hunian layak di tengah layanan esensial yang berada di ambang kehancuran.

Konflik yang dipicu serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 ini telah memakan korban jiwa lebih dari 73.000 orang di Gaza. Gencatan senjata yang ada saat ini terus diwarnai saling tuduh pelanggaran antara kedua belah pihak.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update