Strategi Bessent Pangkas Imbal Hasil Obligasi AS Gagal, Bitcoin Justru Meroket

Hedge fund manager terkemuka, Scott Bessent, baru-baru ini mencoba melakukan intervensi pasar dengan skema pembelian kembali obligasi (bond buyback) senilai USD 4 miliar (sekitar Rp64 triliun). Tujuannya jelas: menekan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Treasury yields.
Namun, upaya Bessent dari Key Square Capital Management ini justru gagal mencapai targetnya dan, secara tak terduga, justru memicu lonjakan signifikan pada harga Bitcoin. Fenomena ini menarik perhatian banyak pengamat pasar, menggarisbawahi kompleksitas dinamika pasar finansial global saat ini.
Imbal hasil obligasi Treasury AS, yang merupakan tingkat pengembalian yang diterima investor dari obligasi pemerintah, kerap menjadi patokan penting bagi biaya pinjaman secara global. Penurunan imbal hasil biasanya mencerminkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang melambat atau peningkatan permintaan akan aset yang aman.
Baca Juga:
- Eksploitasi Jaringan Ancam Keamanan, The Sandbox Hentikan Bridging di Blockchain Base dan BNB
- Pasar Prediksi Kalshi Terancam Regulasi, CFTC Perketat Pengawasan di AS
- Harga Bitcoin Melonjak Tajam akibat Short Squeeze dan Rencana Baru Elon Musk
Dengan membeli kembali obligasi, Bessent berharap dapat meningkatkan harganya, yang secara otomatis akan menurunkan imbal hasilnya. Langkah ini umumnya dilakukan untuk mengurangi biaya pinjaman dan memberikan sinyal stabilisasi kepada pasar.
Meskipun investasi besar USD 4 miliar disuntikkan, pasar obligasi tampaknya tidak terpengaruh secara signifikan oleh manuver ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap stabil atau bahkan menunjukkan kecenderungan kenaikan ringan, menolak tekanan dari upaya Bessent.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor

















