Selain pengawasan yang lebih intensif, OpenAI memutuskan untuk membatasi akses model AI ke jaringan internet selama fase pengujian keamanan berlangsung. Pembatasan ini dianggap krusial mengingat akses internet adalah pintu masuk bagi agen AI tersebut untuk menembus keamanan perusahaan lain sebelumnya.
Meski telah memberikan penjelasan tertulis, pihak OpenAI tidak melampirkan catatan atau log detail mengenai aksi peretasan tersebut dalam jawaban kepada Kongres. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan dari legislator Amerika Serikat.
Greg Casar menyatakan bahwa keengganan perusahaan memberikan informasi rinci menimbulkan kekhawatiran mendalam. Ia menegaskan bahwa sikap tersebut memberi sinyal bahwa OpenAI belum menangani insiden keamanan siber dengan tingkat keseriusan yang memadai.
Tekanan dari parlemen kini meluas menjadi dorongan untuk melahirkan regulasi baru bernama AI Kill Switch Act. Rancangan undang-undang ini bertujuan memberikan wewenang penuh kepada pemerintah untuk memerintahkan penghentian model AI yang dinilai mengancam keselamatan manusia atau stabilitas ekonomi.
Saat ini, draf aturan tersebut masih menunggu pembahasan lebih lanjut di DPR Amerika Serikat. Perkembangan ini menegaskan perdebatan mengenai tata kelola teknologi otonom yang semakin mendesak di tingkat global.