Protokol NEAR Intents Diretas Senilai Rp61 Miliar, Pengguna Dijamin Kembali

Protokol NEAR Intents mengalami peretasan yang menyebabkan hilangnya dana senilai USD 3,8 juta atau setara dengan Rp61,5 miliar pada Kamis lalu. Serangan siber ini memaksa pengembang untuk menghentikan operasional layanan secara sementara guna mencegah kerugian yang lebih besar.
Celah keamanan ditemukan pada lapisan protokol yang mengatur pergerakan dana masuk dan keluar, serta interaksinya dengan kontrak utama yang menyimpan aset pengguna. Peneliti aset kripto, ZachXBT, melacak aliran dana hasil curian tersebut menuju bursa kripto KuCoin, di mana aset tersebut langsung dikonversi ke dalam bentuk Bitcoin.
Sebagai informasi, NEAR Intents adalah instrumen keuangan yang memungkinkan pengguna melakukan pertukaran aset kripto lintas jaringan blockchain secara anonim. Protokol ini telah memproses transaksi bernilai lebih dari USD 30 miliar atau sekitar Rp485 triliun di 35 jaringan berbeda sejak diluncurkan.
Respons tim pengembang terhadap insiden ini tergolong sangat cepat. Celah pada kontrak pintar berhasil ditambal dan layanan inti kembali beroperasi hanya dalam waktu satu jam setelah serangan terdeteksi.
Beberapa jaringan seperti BNB Chain, Polygon, dan Optimism memerlukan waktu tambahan sekitar 12 jam untuk pemulihan total pada fitur deposit dan penarikan. Manajemen NEAR Intents memberikan jaminan penuh bahwa seluruh pengguna yang terdampak akan menerima pengembalian dana sepenuhnya.
Pasar merespons negatif kejadian ini dengan penurunan nilai token NEAR sebesar 9 persen ke level USD 4,86. Saham Bitwise NEAR ETF yang baru meluncur dua hari sebelumnya juga ikut anjlok lebih dari 7 persen akibat dampak sentimen negatif di pasar.
Kendati demikian, banyak pihak menilai penanganan peretasan ini sebagai sebuah pencapaian yang memuaskan. Jika dibandingkan dengan peretasan besar lainnya seperti kasus Kelp DAO yang melibatkan kerugian ratusan juta dolar, langkah NEAR Intents dianggap sangat transparan.
Mereka segera mengakui adanya kendala teknis, melaporkan insiden kepada pihak berwenang, dan berkomitmen mengganti kerugian pengguna. Beberapa analis bahkan menyebut peristiwa ini sebagai peretasan yang bersifat bullish karena menunjukkan ketahanan sistem dan integritas tim pengembang di tengah krisis.
Kecepatan pemulihan ini sering disandingkan dengan kasus eksploitasi ZCash di masa lalu yang juga ditangani secara internal oleh tim pengembangnya sendiri. Apakah sentimen positif ini cukup untuk mengembalikan kepercayaan pasar dalam jangka panjang, masih menunggu perkembangan aktivitas perdagangan dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4946338/original/036837700_1726613456-Penyerang_Juventus.jpg)


