Serangan Militer AS dan Iran Memanas, Korban Sipil Berjatuhan

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah aksi saling klaim pasca-serangan militer AS dan Iran yang berlangsung sepanjang malam. Washington menegaskan bahwa operasi udara tersebut merupakan respons langsung terhadap ancaman jalur pelayaran internasional, sementara Teheran melaporkan adanya korban sipil dari pihak mereka.
Komando Sentral Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan bahwa jet tempur mereka menyasar belasan titik strategis yang diduga kuat menjadi basis kelompok milisi sokongan Iran. Target serangan mencakup fasilitas penyimpanan senjata, pusat komando, dan sistem pertahanan udara di wilayah perbatasan Irak dan Suriah. Militer sekutu mengklaim langkah defensif ini bertujuan untuk memulihkan stabilitas keamanan di jalur maritim Laut Merah yang vital bagi perdagangan global.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, menyebut agresi militer tersebut serampangan dan melanggar hukum internasional.








