Kepala BMKG Bali, Agus Santoso, menjelaskan bahwa pola cuaca seperti ini merupakan karakteristik alami dari periode peralihan musim yang sedang berlangsung di Bali. Fenomena tersebut sering kali memicu perubahan cuaca yang berlangsung cukup cepat dalam hitungan jam.
“Cuaca yang variatif ini merupakan ciri khas peralihan musim di Bali. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap memantau prakiraan cuaca dan mengantisipasi potensi kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujar Agus dalam keterangan resminya.
Hingga saat ini, pihak BMKG belum mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di wilayah Bali. Namun, instansi tersebut tetap melakukan pemantauan intensif terhadap faktor penunjang lainnya, seperti arah angin dan tinggi gelombang di sekitar perairan.
Hasil pantauan menunjukkan bahwa arah angin saat ini masih relatif stabil dan tinggi gelombang laut tidak mencatat peningkatan signifikan yang membahayakan pelayaran. Meski demikian, kewaspadaan tetap diminta bagi pelaku sektor transportasi laut.
Masyarakat dan wisatawan disarankan terus memperbarui informasi terkini melalui situs resmi BMKG secara berkala. Langkah ini diperlukan agar rencana perjalanan atau kegiatan luar ruangan tetap berjalan aman di tengah kondisi atmosfer yang belum sepenuhnya stabil.