Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti UBM-ERC merancang produk yang dinamakan dual mobility total hip prosthesis. Inovasi ini secara spesifik menyesuaikan anatomi panggul dengan kebiasaan gerak harian masyarakat Indonesia.
Prof Jamari mengungkapkan pemikiran dasarnya saat memulai riset tersebut. Dia mempertanyakan kemampuan desain sambungan tulang panggul yang bisa menunjang ibadah salat sekaligus pas dengan postur fisik orang Indonesia.
Proses panjang riset ini telah dimulai sejak tahun 2007 dengan melalui berbagai tahapan iterasi desain yang ketat. Inovasi tersebut kini telah mengantongi paten resmi pada iterasi kelima dengan versi desain ketiga.
Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi yang melibatkan pihak manufaktur ATMI Solo serta Unika Atma Jaya Yogyakarta. Kerja sama ini memastikan bahwa perangkat medis yang dihasilkan tidak hanya presisi secara teknis, tetapi juga memiliki standar manufaktur yang diakui.
Berkat terobosan dalam perancangan implan panggul tersebut, Prof Jamari mendapatkan apresiasi dalam Science and Technology Award 2025 dari Indonesia Toray Science Foundation. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas dedikasi riset kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan lokal.